Rabu, 13 Mei 2026

Virus Corona

Tips Tetap Bugar Di Rumah Agar Terhindar Dari Problem Kesehatan Dampak Virus Covid-19

Ikatan Fisioterapi Indonesia mendukung kebijakan pemerintah dan bersama tenaga kesehatan menanggulangi penyebaran Covid-19 di Indonesia

Tayang:
Penulis: | Editor: MNur Ichsan Arief
dok ifi
Rekomendasi Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) saat harus tinggal di rumah untuk menghindari problem kesehatan dampak dari himbauan tinggal di rumah, Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) menganjurkan masyarakat Indonesia untuk tetap melakukan aktivitas fisik atau gerak badan selama tinggal di rumah untuk menjaga kesehatan. 

WARTA KOTA, PALMERAH  ------- Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan COVID-19 menjadi pandemi dunia setelah persebaran virus secara geografi yang telah mencapai 114 negara.

Pemerintah Indonesia akhirnya mengumumkan COVID-19 sebagai bencana nasional. Pemerintah mengeluarkan himbauan untuk melakukan social distancing dengan membatasi pergerakan ke luar rumah untuk bertemu dengan banyak orang. Social distancing merupakan salah satu cara untuk mengantisipasi penyebaran virus corona (COVID-19).

Presiden Joko Widodo meminta segenap masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus corona dan penyakit COVID-19 dengan memulai mengurangi aktivitas di luar rumah : "Saatnya kita kerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah".

Sebagai salah satu profesi kesehatan dalam sistem kesehatan nasional Indonesia, fisioterapi telah berkiprah lebih dari 50 tahun di negeri ini. Menanggapi perkembangan wabah COVID-19 organisasi profesi fisioterapi Indonesia yang beranggotakan 16.044 fisioterapis yang tersebar di seluruh Indonesia,

Wahyu Kurniawan, Ftr,  dari Divisi Informasi dan Komunikasi Publik Pengurus Pusat Ikatan Fisioterapi Indonesia dalam siaran pernya kepada wartakotalive.com, Sabtu (21/3/2020) mengatakan bahwa Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) menyatakan mendukung kebijakan pemerintah dan turut serta bahu membahu bersama tenaga kesehatan lain dalam menanggulangi penyebaran COVID-19 di Indonesia.

Dampak Himbauan Tinggal Dirumah Meski pemerintah telah menghimbau untuk tetap tinggal di rumah, bagi sebagian orang, tinggal di rumah bukan perkara yang mudah. Faktor ekonomi dan pekerjaan mengharuskan beberapa orang harus keluar rumah.

Hal itu bisa dipahami, bila harus meninggalkan rumah tetap jaga kebersihan, rajin cuci tangan, jaga jarak 1,5 M, sebisa mungkin hindari kerumunan, gunakan masker jika sakit, jangan menyentuh area mata, hidung dan mulut. Segera mandi setiba di rumah, sebelum menyentuh benda-benda dan keluarga.

Tetap tinggal dirumah adalah pilihan paling aman saat ini, namun tinggal di rumah dengan ruang
gerak terbatas dalam waktu lama dapat membuat seseorang cenderung malas bergerak dan bisa menimbulkan problem kesehatan akibat kurang gerak.

Tinggal di rumah terus menerus juga bisa berdampak pada kesehatan mental bagi anak-anak maupun orang dewasa. Masa social distancing membuat orang merasa penat dan merasa terkurung. Ditambah lagi dengan kecemasan akibat bombardir pemberitaan melalui media terkait ancaman virus COVID-19.

Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) memandang hal ini merupakan problem kesehatan lain dampak dari virus COVID-19 yang juga harus diperhatikan. 

Rekomendasi Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) saat harus tinggal di rumah untuk menghindari problem kesehatan dampak dari himbauan tinggal di rumah, Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) menganjurkan masyarakat Indonesia untuk tetap melakukan aktivitas fisik atau gerak badan selama tinggal di rumah untuk menjaga kesehatan.

Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) juga menginstruksikan kepada seluruh anggota untuk proaktif dalam menanggulangi dampak fisik dan psikis saat masa social distancing dengan edukasi gaya hidup aktif meski tinggal di rumah kepada masyarakat luas melalui berbagai media online.

Banyak riset menunjukkan manfaat olahraga dan aktivitas fisik bagi kesehatan, antara lain : (1) meningkatkan kebugaran, (2) mengurangi stress dan kecemasan, (3) meningkatkan imunitas tubuh. “Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) menganjurkan masyarakat untuk gerak badan level moderat di rumah dengan dosis 30 menit sehari, 3 - 5 kali sepekan”.

Para guru dan pendidik hendaknya juga memperhatikan dampak fisik dan psikis para siswa dan orang tua. Penugasan di rumah hendaknya tidak menambah beban psikis di masa social distancing ini. Berikan anjuran untuk melakukan gerak badan dan aktivitas fisik agar siswa tetap sehat dan bugar saat libur masa social distancing.

Ikatan Fisioterapi Indoneasia (IFI) juga menghimbau agar media cetak, elektronik dan digital turut  mengkampanyekan pentingnya aktivitas fisik dan gerak badan untuk meningkatkan kebugaran, mengurangi stress dan kejenuhan, dan meningkatkan imunitas tubuh.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved