Virus Corona
WHO Minta Negara di Asia Tenggara Lebih Agresif Perangi Virus Corona, Banyak yang Lemah Hadapi Ini
WHO serukan negara Asia Tenggara agar lebih agresif dalam menghadapi dan perangi penyebaran Virus COVID-19 yang makin meluas
Penulis: Dian Anditya Mutiara | Editor: Dian Anditya Mutiara
WARTAKOTA -- Organisasi Kesehatan Dunia- WHO menyerukan tindakan agresif di Asia Tenggara untuk memerangi virus corona yang menyebar cepat, memperingatkan pada hari Selasa (17/3/2020) beberapa negara sedang menuju ke arah penularan komunitas dari penyakit mematikan tersebut.
Infeksi telah melonjak di seluruh wilayah dalam beberapa pekan terakhir, memaksa beberapa negara untuk memperkenalkan langkah-langkah drastis mulai dari menutup perbatasan mereka hingga menolak kedatangan orang asing.
Serta memberlakukan jam malam malam hingga menutup sekolah dan membatalkan acara olahraga.
Ada kekhawatiran bahwa sistem perawatan kesehatan masyarakat yang lebih lemah di banyak negara Asia Tenggara tidak akan mampu mengatasi wabah besar.
• WNA India Tewas di Mess Kabupaten Bekasi, Kini Ditunggu Updatenya, Benarkah karena Virus Corona?
• Warga Tangsel Meninggal Akibat Virus Corona, Pemkot Belum Lakukan Persiapan
"Kita perlu segera meningkatkan semua upaya untuk mencegah virus menginfeksi lebih banyak orang," kata Poonam Khetrapal Singh Direktur Regional WHO seperti dikutip Wartakotalive.com dari Straittimes, Selasa (17/3/2020).
"Semakin banyak kelompok penularan virus sedang dikonfirmasi. Meskipun ini merupakan indikasi pengawasan yang efektif dan waspada, ini juga menyoroti kebutuhan akan upaya yang lebih agresif dan seluruh masyarakat untuk mencegah penyebaran Covid-19 lebih lanjut," katanya.
"Kita jelas perlu melakukan lebih banyak, dan segera," lanjutnya
• Wabah Virus Corona PM Malaysia Batasi Pergerakan Nasional, Tempat Ibadah dan Bisnis Ditutup
Malaysia memiliki jumlah infeksi tertinggi virus corona di Asia Tenggara dengan 673 kasus, menurut penghitungan Universitas Johns Hopkins.
Banyak infeksi di negara itu telah dikaitkan dengan acara Islam global yang diadakan bulan lalu dan dihadiri oleh hampir 20.000 orang.
Pada hari Senin, perdana menteri mengumumkan larangan orang Malaysia bepergian ke luar negeri.
Singh mengatakan langkah-langkah sederhana seperti mencuci tangan dan menjaga jarak sosial "kritis" dalam memerangi virus dan dapat "secara substansial mengurangi penularan".
Sejak virus pertama kali muncul di Cina pada Desember, 7.408 orang telah meninggal di seluruh dunia, menurut penghitungan AFP berdasarkan sumber resmi.
Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa mengatakan lebih dari 180.000 kasus telah dikonfirmasi di seluruh dunia pada Selasa.
Malaysia Lockdown Seluruh Wilayah Dua Pekan, Mulai dari 18-31 Maret
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mengumumkan pada Senin (16/2020) malam untuk membatasi pergerakan warga Malaysia secara nasional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/warga-malaysia-buru-barang-jelang-lockdown1.jpg)