Jumat, 17 April 2026

Virus Corona

Anies Baswedan: Virus Corona Bukan Aib

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan meminta masyarakat tidak memandang virus corona (Covid-19) sebagai aib.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri |
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di DPD Golkar DKI Jakarta, Jalan Pegangsaan Barat, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat pada Sabtu (29/2/2020) malam. 

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan meminta masyarakat tidak memandang virus corona (Covid-19) sebagai aib.

Stigma yang ditimbulkan itu, katanya, justru membuat masyarakat yang berpotensi terjangkit, menjadi enggan memeriksakan kesehatannya di rumah sakit.

“Perlu kami garis bawahi bahwa Covid-19 ini bukan aib."

Ketua KPK Bilang Keberhasilan Pemberantasan Korupsi Tak Hanya Diukur dari Banyaknya OTT

"Jadi kalau terdeteksi itu tidak usah harus disembunyikan,"

"Justru kalau terdeteksi harus menyampaikan supaya melindungi yang lain dari tertular."

"Dan melindungi dirinya agar bisa langsung dapat tindakan perawatan,” kata Anies Baswedan di Balai Kota DKI, Sabtu (14/3/2020).

KRONOLOGI Tawuran Pelajar Tewaskan Satu Orang di Bekasi, Sudah Direncanakan dan Pilih Tempat Sepi

Menurut Anies Baswedan, masyarakat harus transparan kepada pemerintah bila mendapati gejala corona seperti batuk, flu, dan demam tinggi.

Pemerintah daerah berjanji akan memprioritaskan penanganan bagi masyarakat yang mengalami gejala tersebut.

“Prinsip nomor satu adalah transparan (responsif), yang kedua adalah faktual sesuai dengan kenyataan, dan yang ketiga kecepatan untuk bertindak,” ujarnya.

Kongres Partai Demokrat Tetap Digelar di Tengah Pandemi Virus Corona, Dikategorikan Seperti Arisan

Anies Baswedan tak menampik, petugas kesehatan kerap menemui kesulitan dalam menghadapi masyarakat dengan gejala tersebut.

Mereka cenderung menolak untuk dibawa ke rumah sakit, karena khawatir bila dinyatakan positif mereka tidak akan bekerja.

Akibat tidak bekerja itu, gaji mereka dipotong oleh perusahaan yang memperkerjakannya.

Aksi Maling Motor Tepergok Warga, Pistolnya Jatuh Setelah Dilempar Pakai Staples

“Jadi banyak petugas-petugas kami itu mengalami kesulitan ketika meyakinkan untuk membawa ke rumah sakit."

"Ceritanya banyak sekali, dan sebagian dari mereka merasa kesulitan untuk mau mengikuti prosedur karantina karena takut kehilangan pekerjaan,” ungkapnya.

Karena itulah, Anies Baswedan kemudian mengambil kebijakan baru di kalangan aparatur sipil negara (ASN) DKI Jakarta.

Diduga Menyeberang Sembarangan, Bocah Meninggal Tertabrak Bus TransJakarta di Pulogadung

Bagi ASN yang berkategori orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) corona, diwajibkan tidak bekerja.

Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) mereka juga tidak akan dipotong, sehingga mereka fokus pada kesehatannya demi tak menularkan kepada orang lain.

“Kemarin (Kamis 12/3/2020) saya sampaikan kepada dunia usaha, (untuk) bantu menyelamatkan Jakarta dan Indonesia dengan cara tidak memotong gaji karyawan yang diduga mengidap Covid-19.”

Anies Baswedan Ingatkan Umat Muslim Ikuti Sabda Rasulullah untuk Hindari Virus Corona

“Tujuannya supaya dia mau ikut karantina."

"Itu salah satu masalah yang kita hadapi. Jadi kami berharap ini bisa diselesaikan sesegera mungkin,” tambahnya.

Koordinasi dengan Kemendikbud Liburkan Sekolah

Anies Baswedan mengaku telah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Hal itu terkait meliburkan kegiatan belajar mengajar (KBM) sekolah selama dua pekan akibat wabah corona.

Koordinasi dilakukan terutama menyangkut pelaksanaan ujian nasional (UN) bagi peserta didik jenjang SMA/SMK di Jakarta.

6 Finalis Puteri Indonesia 2020 Diangkat Jadi Duta MPR, Termasuk yang Sempat Tak Hafal Pancasila

“Dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan."

"Kemudian memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk menentukan waktu pelaksanaannya,” kata Anies Baswedan di Balai Kota DKI, Sabtu (14/3/2020).

Menurut dia, kewenangan UN berada di bawah kendali Kemendikbud, sedangkan proses KBM berada di kewenangan pemerintah daerah.

265 Warga Jakarta Timur Kena DBD, Tak Ada yang Meninggal Dunia

Saat sekolah ditutup selama dua pekan dari Senin (16/3/2020) sampai Senin (30/3/2020), pemerintah daerah akan menyemprot cairan disinfektan ke sekolah tersebut.

“Jadi kami koordinasi terus dan mengapresiasi bahwa arahan dari Bapak Presiden agar pemerintah daerah bergerak dengan cepat."

"Daerah merespons ini, kami apresiasi sekali,” jelasnya.

BREAKING NEWS: 2 Pengidap Virus Corona Kembali Sembuh, Salah Satunya Pasien Pertama Warga Depok

Hingga kini, Anies Baswedan masih menunggu hasil kegiatan pemeriksaan dari pemerintah pusat.

Kata dia, penyebaran virus sangat cepat melalui kontak langsung.

“Bila kami mengetahui siapa terdeteksi membawa virus Covid-19, maka bisa langsung menghubungi."

Akankah Kompetisi Berhenti Gegara Virus Corona, Menpora: Kalau Liga Saya Setop, Pasti Klub Teriak

"Kami bisa langsung memastikan keluarganya, koleganya, tetangganya itu dalam posisi aman."

"Karena itulah, kecepatan menjadi penting dan transparansi menjadi penting,” paparnya. (*)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved