Teknologi

Signify Siap Dirikan Pabrik Cetak Luminer 3D dan Pusat Litbang untuk kawasan ASEAN di Indonesia

Perusahaan teknologi pencahayaan Signify mencetak kap dan rumah lampu luminer 3D untuk pertama kalinya di Indonesia.

Signify Siap Dirikan Pabrik Cetak Luminer 3D dan Pusat Litbang untuk kawasan ASEAN di Indonesia
Dok. Signify Indonesia
Direktur Marketing Signify Indonesia Burhan Noor Sahid (kanan) didampingi Head of Integrated Communications Indonesia Lea Indra (ketiga dari kiri), menjelaskan cara kerja mesin pencetak luminer 3D milik Signify kepada Raja Willem-Alexander dan Ratu Maxima dari Belanda, saat kunjungan singkat Raja dan Ratu Belanda tersebut pada perhelatanTrade Mission 2020 di Shangri-La Hotel, Jakarta, Selasa (10/3/2020). 

Dengan teknologi pencetakan 3D, pelanggan dapat menciptakan luminer lampu LED sesuai keinginan mereka, sementara Signify dapat mendaur ulang dan mencetak ulang luminer dengan cara yang jauh lebih berkelanjutan.

PERUSAHAAN di bidang pencahayaan Signify kembali unjuk kemampuan.

Kali ini, perusahaan teknologi pencahayaan Signify mencetak kap dan rumah lampu luminer 3D untuk pertama kalinya di Indonesia.

Hal itu sebagai bagian dari rangkaian Misi Dagang Belanda selama Kunjungan Kenegaraan Raja Belanda Willem-Alexander dan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti.

Saat ini, Indonesia menjadi negara ketiga di luar Eropa di mana Signify akan memproduksi luminer cetakan 3D.

Setelah Pesawat, Signify Sediakan Sistem Trulifi di Bus, Gabungan Nirkabel dan Pencahayaan LED

Signify Hadirkan Duo Lampu Philips LED EyeComfort, Lampu yang Bikin Mata Nyaman dan Tak Lelah

Signify Hadirkan BrightSites, Tiang Lampu Pintar Hemat Energi yang Terkoneksi Internet of Things

Direktur Marketing Signify Indonesia Burhan Noor Sahid (kanan) didampingi Head of Integrated Communications Indonesia Lea Indra (kiri), menjelaskan cara kerja mesin pencetak luminer 3D milik Signify kepada Raja Willem-Alexander dan Ratu Maxima dari Belanda, saat kunjungan singkat Raja dan Ratu Belanda tersebut pada perhelatanTrade Mission 2020 di Shangri-La Hotel, Jakarta, Selasa (10/3/2020).
Direktur Marketing Signify Indonesia Burhan Noor Sahid (kanan) didampingi Head of Integrated Communications Indonesia Lea Indra (kiri), menjelaskan cara kerja mesin pencetak luminer 3D milik Signify kepada Raja Willem-Alexander dan Ratu Maxima dari Belanda, saat kunjungan singkat Raja dan Ratu Belanda tersebut pada perhelatanTrade Mission 2020 di Shangri-La Hotel, Jakarta, Selasa (10/3/2020). (Dok. Signify Indonesia)

Dalam keterangan resmi Signify Indonesia yang diterima Wartakotalive.com baru-baru ini disebutkan bahwa pabrik cetak luminer 3D akan didirikan tidak jauh dari Jakarta.

Selain itu, pabrik ini juga akan menjadi Pusat Penelitian dan Pengembangan Signify untuk kawasan ASEAN.

Menurut Country Leader Signify Indonesia Rami Hajjar, dengan teknologi pencetakan 3D, pelanggan dapat menciptakan luminer lampu LED sesuai keinginan mereka, sementara Signify dapat mendaur ulang dan mencetak ulang luminer dengan cara yang jauh lebih berkelanjutan.

“Menggunakan teknologi pencetakan 3D untuk memproduksi luminer sama-sama menguntungkan bagi pelanggan kami dan bagi lingkungan,” ujar Rammi Hajjar dalam keterangan resminya, Rabu (11/3/2020).

Untuk mencetak luminer lampu LED, Signify akan menggunakan bahan polikarbonat yang diformulasi khusus, sehingga dapat didaur ulang di fasilitas Signify untuk mencetak atau mencetak ulang luminer yang didesain sesuai pesanan.

Dengan menggunakan polikarbonat yang dapat didaur ulang sebagai bahan dasar dibandingkan logam sekali pakai, Signify mampu menurunkan jejak karbon manufaktur sebesar 47 persen (tidak termasuk elektronik dan optik).

Direktur Marketing Signify Indonesia Burhan Noor Sahid (kanan) didampingi Head of Integrated Communications Indonesia Lea Indra (ketiga dari kiri), menjelaskan cara kerja mesin pencetak luminer 3D milik Signify kepada Raja Willem-Alexander dan Ratu Maxima dari Belanda, saat kunjungan singkat Raja dan Ratu Belanda tersebut pada perhelatanTrade Mission 2020 di Shangri-La Hotel, Jakarta, Selasa (10/3/2020).
Direktur Marketing Signify Indonesia Burhan Noor Sahid (kanan) didampingi Head of Integrated Communications Indonesia Lea Indra (ketiga dari kiri), menjelaskan cara kerja mesin pencetak luminer 3D milik Signify kepada Raja Willem-Alexander dan Ratu Maxima dari Belanda, saat kunjungan singkat Raja dan Ratu Belanda tersebut pada perhelatanTrade Mission 2020 di Shangri-La Hotel, Jakarta, Selasa (10/3/2020). (Dok. Signify Indonesia)

Daur ulang

Menurut Rami, mesin cetak 3D untuk luminer tersebut memungkinkan Signify untuk sepenuhnya menggunakan kembali bahan dasar, menyisakan sangat sedikit limbah dan menghasilkan siklus hidup produk yang sepenuhnya hijau

“Di Signify, kami menerapkan prinsip ekonomi sirkular, yang menekankan daur ulang, sehingga model bisnis kami semakin berkelanjutan,” tambah Rami.

Sementara itu, dalam kunjungan singkat Raja dan Ratu Belanda  ke stan Signify pada perhelatan Trade Mission 2020 yang berlangsung di Shangri-La Hotel, Jakarta, Selasa (10/3/2020),  Direktur Marketing Signify Indonesia Burhan Noor Sahid menjelaskan kepada Raja dan Ratu Belanda soal kegiatan perusahaan Signify di Indonesia dan layanan pencetakan 3D untuk luminer yang dapat didesain sendiri. 

Selain itu, Burhan juga mengungkapkan komitmen Signify dalam membawa inovasi terbarunya ke Indonesia, serta kontribusi positif yang diberikan untuk hubungan kedua negara.

Penulis: Mochammad Dipa
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved