Virus Corona

UPDATE Sosial Media Jadi Penyebab Ketakutan Masyarakat Akan Virus Corona, Padahal Lebih Bahaya TBC

Virologist Mohammad Indro Cahyono mengatakan, hebohnya informasi yang menyatakan virus corona adalah virus yang mematikan adalah informasi yang berleb

UPDATE Sosial Media Jadi Penyebab Ketakutan Masyarakat Akan Virus Corona, Padahal Lebih Bahaya TBC
Wartakotalive.com/Vini Rizki Amelia
Virologist drh Mohammad Indro Cahyono seusai memberi penyuluhan kepada warga Sukmajaya, Depok, mengenai virus corona, Minggu (8/3/2020). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Vini Rizki Amelia

DEPOK, WARTAKOTALIVE.COM - Peneliti virus atau Virologist Mohammad Indro Cahyono mengatakan, hebohnya informasi yang menyatakan virus corona adalah virus yang mematikan adalah informasi yang berlebihan.

Sebab, kehebohan yang akhirnya membuat masyarakat Indonesia bahkan dunia resah dilatar belakangi dari cara pandang masyarakat.

"Orang lebih tertarik buat melihat efek dua persen ini dibanding 97 persen. Kalau kita itu lihatnya yang jelek-jelek aja maka yang baik ketutupan," kata Indro kepada wartawan saat ditemui di bilangan Sukmajaya, Depok, Minggu (8/3/2020).

Penjual masker di Pasar Proyek, Jalan Mayor Oking, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, diserbu warga pada Senin (2/3/2020) siang, menyusul adanya 2 warga Depok yang terinfeksi virus corona.
Penjual masker di Pasar Proyek, Jalan Mayor Oking, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, diserbu warga pada Senin (2/3/2020) siang, menyusul adanya 2 warga Depok yang terinfeksi virus corona. (WARTA KOTA/MUHAMMAD AZZAM)

Dua persen yang di maksud Indro adalah jumlah keseluruhan penderita yang meninggal akibat terjangkit virus corona.

Sedangkan 97 persen adalah mereka yang selamat dan sembuh setelah terjangkit virus corona.

Indro menilai, kepanikan akan virus corona justru berasal dari orang itu sendiri yang tertarik melihat berita atau informasi yang dimasukan ke sosial media.

"Padahal sumbernya nggak jelas. Sehingga yang masuk ke otak kita bahwa corona ini ganas banget bahkan ada yang seolah-olah berada di Wuhan," papar Indro.

Untuk itu, Indro pun mengajak masyarakat untuk dapat menyaring informasi berdasarkan sumber yang jelas agar tak menjadi buram informasi yang di dapat.

Dengan begitu, maka tak ada lagi kenapikan yang tercipta dari situasi yang kini membuat banyak orang jadi takut keluar rumah atau bepergian.

Halaman
1234
Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved