Virus Corona
UPDATE Sosial Media Jadi Penyebab Ketakutan Masyarakat Akan Virus Corona, Padahal Lebih Bahaya TBC
Virologist Mohammad Indro Cahyono mengatakan, hebohnya informasi yang menyatakan virus corona adalah virus yang mematikan adalah informasi yang berleb
Penulis: Vini Rizki Amelia |
Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Vini Rizki Amelia
DEPOK, WARTAKOTALIVE.COM - Peneliti virus atau Virologist Mohammad Indro Cahyono mengatakan, hebohnya informasi yang menyatakan virus corona adalah virus yang mematikan adalah informasi yang berlebihan.
Sebab, kehebohan yang akhirnya membuat masyarakat Indonesia bahkan dunia resah dilatar belakangi dari cara pandang masyarakat.
"Orang lebih tertarik buat melihat efek dua persen ini dibanding 97 persen. Kalau kita itu lihatnya yang jelek-jelek aja maka yang baik ketutupan," kata Indro kepada wartawan saat ditemui di bilangan Sukmajaya, Depok, Minggu (8/3/2020).
Dua persen yang di maksud Indro adalah jumlah keseluruhan penderita yang meninggal akibat terjangkit virus corona.
Sedangkan 97 persen adalah mereka yang selamat dan sembuh setelah terjangkit virus corona.
Indro menilai, kepanikan akan virus corona justru berasal dari orang itu sendiri yang tertarik melihat berita atau informasi yang dimasukan ke sosial media.
"Padahal sumbernya nggak jelas. Sehingga yang masuk ke otak kita bahwa corona ini ganas banget bahkan ada yang seolah-olah berada di Wuhan," papar Indro.
Untuk itu, Indro pun mengajak masyarakat untuk dapat menyaring informasi berdasarkan sumber yang jelas agar tak menjadi buram informasi yang di dapat.
Dengan begitu, maka tak ada lagi kenapikan yang tercipta dari situasi yang kini membuat banyak orang jadi takut keluar rumah atau bepergian.
"Yang sakit aja santai, kenapa kita yang nggak sakit bingung?" Papar Indro.
Padahal, kata pria yang telah meneliti beragam virus sejak 20 tahun lalu di sejumlah instansi di pemerintahan, TB atau TBC justru jauh lebih berbahaya dibandingkan Covid-19.
"TB itu pengobatannya berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Sementara Covid-19 bisa sembuh dengan anti body selama 14," katanya.
Indro lantas mengatakan, ketakutan masyarakat akan Covid-19 dibandingkan dengan TBC tak lain berasal dari sosial media.
"Karena sosial media yang bikin seolah-olah Covid-19 ini menakutkan, padahal lebih bahaya TB," paparnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/sosial-media-penyebab-ketakutan-masyarakat-akan-virus-corona090301.jpg)