Kabar Tokoh
Ini Sosok Jenderal yang Begitu Dikagumi Ustaz Abdul Somad
Ustaz Abdul Somad menyatakan bangga dan terkesan dengan sosok jenderal pensiunan polisi ini
Saat itu Republika menganugerahkan Ustaz Abdul Somad sebagai Tokoh Perubahan Republika 2017.
Acara penganugerahan berlangsung di Djakarta Theater, Jakarta, tahun 2018.
"Sebetulnya beliau (Syafruddin) ingat (pertemuan) yang di masjid saja. Saya ingat juga yang ga di masjid di Republika ketika penobatan Abdul Somad sebagai tokoh pembaruan," kata Ustaz Abdul Somad.
• Jadi Pacar Anya Geraldine Harus Kuat Mental, Serangan Para Fans Nur Hayati Kadang Sporadis
• Stok Masker Makin Langka, Polisi Beri Ultimatum, Tak Ada Ampun Bagi Penimbun
• Jangan Paranoid, Begini Tips Menjaga Lingkungan Kerja dari Risiko Penularan Virus Corona
"Saya sebetulnya ingin mengingatkan sama yang lupa-lupa aja," selorohnya disambut tawa para jemaah.
"Beliau yang diingat hanya masjid, hanya masjid," puji Ustaz Abdul Somad ke Komjen (Purn) Syafruddin
Banggga dengan sang jenderal
Ustaz Abdul Somad pun menyatakan rasa bangga terhadap Komjen Syafruddin.
Ini terkait dengan sikap Syafruddin merespons hasil survei di tahun 2017 mengenai masjid radikal.
Tahun 2018, sempat muncul kontroversi mengenai hasil survei Lembaga Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) Nahdlatul Ulama
P3M menyatakan ada 41 masjid di lingkungan pemerintah terpapar paham radikal.
• Sudah Operasi Kelamin Jadi Wanita, Gebby Vesta Shalat Pakai Sarung, Ingin Dimakamkan Sebagai Pria
• Takut Virus Corona, Banyak Undangan Batal Datang ke Pernikahan Jessica Iskandar-Richard
P3M NU melakukan penelitian terhadap sejumlah masjid, 35 masjid di kementerian, 37 masjid di BUMN (Badan Usaha Milik Negara), dan 28 masjid di lembaga negara.
Penelitian dilakukan pada 29 September-21 Oktober 2017.
Cara penelitian adalah dengan merekam secara audio dan video khotbah Jumat selama periode tersebut.
Hasilnya, 41 masjid yang terindikasi radikal terdiri atas 21 masjid di BUMN, 12 masjid di kementerian, dan 8 masjid di lembaga negara.
Defisini radikal yang dimaksud dalam penelitian itu adalah paham yang menganggap satu kelompok paling benar dan kelompok lain salah, mudah mengkafirkan orang lain, berpaham intoleransi, cenderung memaksakan keyakinan pada orang lain, dan menganggap demokrasi produk kafir serta membolehkan segala cara atas nama negara
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ustaz-abdul-somad-dan-bupati-kampar-azis-zainal-alm.jpg)