Ini Alasan Bilik Asmara Sulit Direalisasikan di Lapas, Seperti yang Diminta DPR

KALAPAS Pondok Bambu Herlina mengatakan, pihaknya tak mungkin membangun fasilitas bilik asmara alias Conjugal Visit untuk narapidana.

istimewa
Ilustrasi 

KALAPAS Pondok Bambu Herlina mengatakan, pihaknya tak mungkin membangun fasilitas bilik asmara alias Conjugal Visit untuk narapidana, di rutan dan lapas perempuan.

Apabila diterapkan, bilik asmara bisa menjadi dilema tak hanya bagi warga binaan permasyarakatan (WBP).

Juga, bagi pihaknya sebagai pengelola lapas.

 Pembangunan Sirkuit Formula E Bikin Batu Alam di Monas Tergores, Jakpro Anggap Sebagai Masukan

"Bila memang diizinkan."

"Kalau wanita itu dalam masa subur, pasti menambah warga binaan (hamil) dengan bawaan anak," katanya, saat Media Gathering Resolusi Ditjen PAS 2020 di Rutan Cipinang, Kamis (27/2/2020).

Menurutnya, hal ini membuat Ditjen PAS tak bisa memfasilitasi narapidana dalam memenuhi kebutuhan biologisnya selama di penjara.

 Saat Banjir, Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Mundur Demi Jabatan Lebih Prestisius, Ada Tekanan?

Selain pertimbangan budaya timur dalam seksualitas, kekhawatiran bilik asmara bakal akan dimanfaatkan sejumlah oknum juga jadi pertimbangan.

"Sudah bisakah masyarakat Indonesia menerima kondisi semacam ini?"

"Surat nikah kan juga bisa dipalsukan, ini yang menjadi pertimbangan," ujarnya.

 KRONOLOGI Warga Ciledug Melahirkan di Mobil PLN Saat Banjir, Sempat Ribet Proses Administrasi Klinik

Meski begitu, Herlina mengakui pemenuhan kebutuhan biologis bagi narapidana selama menjalani masa hukuman juga hal yang penting.

Saat rapat dengar pendapat (RDP) antara DPR dengan Kemenkumham beberapa waktu lalu, masalah ini kembali disinggung.

"Manusia dewasa tentu sangat dibutuhkan untuk meredakan emosional dan sebagainya."

 FADLI Zon: Masa Baru Berapa Bulan Sudah Ngomongin 2024? Seperti Orang Kebelet Mau Ganti Presiden

"Namun sampai dengan saat ini masih banyak pertimbangan," tuturnya.

Sebelumnya, Komisi III DPR menggelar rapat kerja (raker) dengan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Senin (24/2/2020).

Halaman
1234
Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved