Breaking News:

Perbankan Syariah

Raih WTP 5 Kali Berturut-turut Jamsyar Fokus Pelayanan Online

PT Jamkrindo Syariah (Jamsyar) kembali meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 2020. Hasil audit laporan keuangan Jamsyar tahun 2019.

wartakotalive
Direktur Utama PT Jamkrindo Syariah, Gatot Suprabowo, dan Direktur Keuangan, SDM, dan Umum, Endang Sri Winarni, memperlihatkan buku laporan keuangan tahun 2019 

"Nantinya, akan diperoleh barang atau jasa yang sesuai dengan kebutuhan dengan harga yang relatif lebih murah," tutur Gatot.

Tak hanya itu, Jamsyar juga akan mengembangkan aplikasi investasi sehingga investasi dapat dievaluasi dengan lebih mudah.

Hal tersebut untuk mendukung strategi dalam bidang bisnis yang diterapkan Jamsyar di tahun 2020 berupa perluasan jaringan pemasaran dan penambahan mitra penerima jaminan untuk produk penjaminan eksisting.

Jaringan pemasaran diperluas dengan meningkatkan status Kantor Unit Pelayanan (KUP) menjadi Kantor Cabang, membuka Kantor Unit Pelayanan baru, dan Kantor Pemasaran (KP) serta membuka Kantor Cabang Utama (KCU) di Jakarta.

Gatot menjelaskan, terkait kinerja tahun 2019, aset Jamsyar tumbuh 41,92 persen dari tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut dikarenakan adanya setoran modal dari pemegang saham yang terealisasi di tahun 2019 sebesar Rp175 miliar dan penerimaan Imbal Jasa Kafalah sebesar Rp295,32 miliar.

Hal ini menunjukkan bisnis penjaminan Jamsyar di tahun 2019 mengalami pertumbuhan dibanding tahun sebelumnya dan terdapat penjaminan berjangka waktu lebih dari satu tahun.

Pencapaian yang cukup mengembirakan tersebut membuat Jamsyar membukukan aset sebesar Rp 1,161 miliar pada akhir Januari 2020, Ini terjadi karena pemilik saham menambahkan Rp 75 miliar pada Januari lalu.

Sementara itu, Direktur Keuangan, SDM dan Umum PT Jamsyar, Endang Sri Winarni, menyebutkan bahwa laba tahun berjalan Jamsyar pada tahun buku 2019 sebesar Rp36,57 miliar atau tumbuh sebesar 62,25 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Kemudian nilai deposito dan Surat Berharga Syariah Negar (SBSN) di akhir tahun 2019 masing-masing sebesar Rp495,24 miliar dan Rp163,65 miliar.

Selanjutnya adalah komponen liabilitas terbesar adalah Pendapatan Ditangguhkan, yaitu sebesar Rp 448, 83 miliar tumbuh sebesar 24,14 persen dibandingkan dengan tahun 2018.

Hal ini menunjukkan bisnis penjaminan Jamsyar di tahun 2019 mengalami pertumbuhan dibanding tahun sebelumnya dan terdapat penjaminan berjangka waktu lebih dari satu tahun.

Penulis: Dodi Hasanuddin
Editor: Dodi Hasanuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved