Omnibus Law RUU Cipta Kerja Diyakini Akan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Indonesia dinilai sangat risky, complicated, dan membutuhkan waktu satu tahun atau lebih untuk proses pemindahannya.

Omnibus Law RUU Cipta Kerja Diyakini Akan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi
dok.IKA UNDIP
Universitas Diponegoro (Undip) dan Ikatan Alumni Universitas Diponegoro (IKA Undip) menggelar seminar bertajuk Omnibus Law RUU Cipta Kerja dalam Perspektif Akademis dan Pelaku Usaha di Fakultas Hukum Undip, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (26/2/2020). 

SEMARANG, WARTA KOTA-- Perang dagang Amerika Serikat dan China pada tahun 2019 menjadi bukti titik lemahnya daya tarik Indonesia terhadap investor yang hengkang dari China.

Menurut data World Bank dalam Laporan Global Economic Risks and Implication for Indonesia 2019, disebutkan bahwa Indonesia dinilai sangat risky, complicated, dan membutuhkan waktu satu tahun atau lebih untuk proses pemindahannya.

Demikian disampaikan Ir. Aloysius Budi Santoso, M.M., Head of Manpower and Social Security Committee for Wages at APINDO dalam Seminar Omnibus Law Cipta Kerja di Ruang Seminar Gedung Laboratorium Ligitasi, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, pada Rabu (26/2/2020).

Seminar yang digelar oleh Universitas Diponegoro bekerja sama dengan Ikatan Alumni Universitas Diponegoro (IKA UNDIP) ini bertajuk ‘Omnibus Law RUU Cipta Kerja dalam Perspektif Akademis & Pelaku Usaha’.

Universitas Diponegoro (Undip) dan Ikatan Alumni Universitas Diponegoro (IKA Undip) menggelar seminar bertajuk Omnibus Law RUU Cipta Kerja dalam Perspektif Akademis dan Pelaku Usaha di Fakultas Hukum Undip, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (26/2/2020).
Universitas Diponegoro (Undip) dan Ikatan Alumni Universitas Diponegoro (IKA Undip) menggelar seminar bertajuk Omnibus Law RUU Cipta Kerja dalam Perspektif Akademis dan Pelaku Usaha di Fakultas Hukum Undip, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (26/2/2020). (dok.IKA UNDIP)

Menurut Budi, jika Indonesia ingin mencapai pertumbuhan sebesar 5,5 persen di tahun 2021, maka investasi perlu bertumbuh sebesar 13 persen dari nilai investasi di tahun 2019.

“Untuk dapat bertumbuh sebesar enam persen di tahun 2024, maka pertumbuhan investasi sebesar 40 persen dari nilai investasi di tahun 2019, atau dari rata rata 3.200 triliun pada periode 2015-2019 menjadi rata rata 4.400 triliun pada periode 2020-2024,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Warta Kota, Kamis (27/2/2020).

Dengan Omnibus Law Cipta Kerja, kata Budi, diharapkan terjadi perubahan struktur ekonomi yang akan mampu menggerakkan semua sektor, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi mencapai 5,7 persen-6,0 persen.

Hal ini digenjot melalui penciptaan Lapangan Kerja yang berkualitas sebanyak 2,7 sd 3 juta per tahun, dibandingkan 20-2,5 juta jika tanpa Omnibus Law.

“Kita juga dorong peningkatan investasi sebanyak 6,6 persen-7,0 persen yang meningkatkan Income dan Daya Beli, dan mendorong Peningkatan Konsumsi (5,4 persen-5,6 persen)," katanya.

"Kemudian peningkatan produktivitas yang akan diikuti Peningkatan upah, sehingga dapat meningkatkan Income, Daya Beli dan Konsumsi,” tambah Budi.

Halaman
1234
Penulis: Tri Broto
Editor: Tri Broto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved