Selasa, 5 Mei 2026

Banjir Jakarta

Supri Mengais Rejeki Saat Banjir Jakarta

Supri Mengais Rejeki Saat Banjir Jakarta. Simak selengkap-lengkapnya di dalam berita ini.

Tayang:
Penulis: RafzanjaniSimanjorang |
Rafsanzani Simanjorang
Supri Manfaatkan Banjir Jakarta untuk mengais rejeki. 

BANYAK orang mengatakan banjir adalah musibah yang merugikan. Bahkan banjir membuat susah warga yang terkena dampaknya.

Namun saat banjir terjadi, ada pula orang yang memanfaatkan banjir untuk mengais rejeki. Caranya adalah dengan menjual jasa gerobak dorong.

Itulah yang dilakukan oleh Supri dan kawan-kawannya saat banjir melanda tempat tinggal mereka di area Jalan Panjang, Kedoya, Kecamatan Kebun Jeruk, Jakarta Barat, khususnya dari Duta Buah menuju lampu merah Kedoya (Jalan Daan Mogot menuju Kebun Jeruk).

Supri yang sehariannya sebagai pemulung, menyulap gerobak dorongnya sebagai alat transportasi untuk memindahkan motor warga beserta penumpangnya.

Andovi da Lopez Kirim Pesan untuk Warganet Supaya Tidak Saling Hujat Banjir Jakarta Salah Siapa

Bermodalkan papan yang disesain untuk menutup ruang gerobak, sehingga menjadi alas atau dasar diletakkannya sepeda motor. Sisanya hanya menggunakan tali untuk mengikat motor agar tidak goyang saat diangkat menyusuri banjir.

Ia lantas mengatakan bahwa di tahun 2020, ini adalah kali kedua ia menawarkan jasa gerobak dorong untuk melayani orang menyebrang, baik dari Daan Mogot ke arah Kedoya (menuju Kebun Jeruk) atau sebaliknya.

Ia beserta dua orang rekannya bekerja sama untuk menghantarkan siapapun yang ingin menggunakan jasa mereka untuk melewati ruas jalan yang banjir sekira 300 meteran.

"Biasanya pengguna sepeda motor yang butuh kami, Tarifnya Rp.50 ribu sampai Rp.70 ribu, tergantung jenis motornya, besar atau kecil," ujar Supri kepada Warta Kota, Selasa, (25/2/2020) di Jalan Panjang, Kedoya, Jakarta Barat.

Kena Dampak Banjir Jakarta, Dua Bintang Film Teman Tapi Menikah 2 Ini Terlambat di Acara Promo Film

Ia menjelaskan bahwa ia tidak hanya menargetkan pengguna sepeda motor tetapi orang lain juga yang ingin memindahkan barang kepunyaan mereka.

Dikatakan pula olehnya bahwa ia sudah mulai bekerja sejak pukul 10:00 WIB. Namun, ia mengakui bahwa pengguna jasanya berbeda jauh dengan banjir di awal Januari 2020 lalu.

"Kalau dulu rame, saya sehari bisa dapat Rp.1.600.000 dari pagi hingga sore, tapi hari ini sepi, baru tiga orang, sejak pagi tadi," imbuhnya tanpa menyebut kisaran rupiah yang ia dapatkan.

Menurutnya, ia dan dua rekannya rela mengerjakan pekerjaan tersebut karena tidak ada pekerjaan lainnya.

"Biasanya sehari-hari mulung. Tapi ini kan lagi banjir, akhirnya kami bekerja dengan menawarkan jasa ini," tutupnya. 

ADMIN @TMCPoldaMetro Sebarkan Informasi Bohong Soal Banjir Jakarta bakal Diberi Sanksi Khusus

AKSES SEKOLAH PUTUS

Sementara itu, Kepala Suku Dinas (Kasudin) Pendidikan Jakarta Selatan 1, Joko Sugiarto sebut empat sekolah terpaksa diliburkan akibat banjir yang melanda kawasan Jakarta dan sekitarnya sejak semalam tadi.

Ia mengatakan empat sekolah itu terdapat di tiga lokasi Jakarta Selatan yang turut terdampak banjir yakni, Petukangan Utara, Pesanggrahan dan Jalan Kemandoran Pluis, Kebayoran Lama.

"Kalau di Jakarta Selatan wilayah 1 ada tiga lokasi. Di Petukangan Selatan SDN 01/02. Itu tingkat sekolahnya, jadi satu sekolah. Kan dia tingkat tuh," kata Joko saat dihubungi, Jakarta Selatan, Selasa (25/2/2020).

 Anies Sebut Bencana Banjir Jakarta Disebabkan Hujan Lokal Ekstrem

"Terus yang kedua TK (Taman Kanak-Kanak) Pembina di Pesanggrahan. Itu terasnya penuh dengan kotoran, jadi libur juga. Satu lagi PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Blue Safir di Jalan Kemandoran Pluis," sambungnya.

Ia menjelaskan liburnya aktifitas sekolah dikarenakan akses maupun halaman gedubg sekolah yang ikut terdampak banjir.

Menurutnya ketinggian air pun bervariasi, mulai sari 50 sentimeter (cm) hingga 60 sentimeter.

Serta, halaman gedung sekolah yang kotor akibat lumpur menyebabkan ketidakmungkinan aktifitas sekolah dilakukan.

 Azas Tigor Bilang Banjir Jakarta Berjilid-jilid Seperti Sinetron, Tuding Anies Baswedan Tak Kerja

Kendati demikian, pihaknya memastikan bagi para peserta didik tetap melakukan aktifitas belajar mengajar seperti biasanya.

Namun, ia merubah tempat belajar dengan berada di rumah masing-masibg peserta didik.

"Artinya gini akses untuk ke sekolah enggak bisa, anak-anak bukan libur. Istilahnya anak-anak belajar dirumah. Ada tugas dari guru-gurunya. Tetap anak itu belajar dirumah. Jadi bukan main-main," tandasnya. 

Bekasi Terkepung Banjir

Sementara itu, intensitas hujan terus menerus di Kabupaten Bekasi hingga berdampak pada banjir yang terjadi di sejumlah wilayah.

BPBD Kabupaten Bekasi mencatat saat ini mengakibatkan hampir 23 Kecamatan terendam banjir pada Selasa (25/2/2020).

Pemerintah Kabuapten Bekasi pun langsung melakukan rapat bersama kepolisian, TNI, Kepala Bappeda, BPBD, PUPR, BPKD, Kadinsos, Kadinkes, Kadis LH, Inspektur, dan para Camat.

 Banjir Perum Bumi Nasio Indah Bekasi Mencapai 2 Meter, Sebagian Warga Bertahan di Lantai 2

Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja mengatakan bencana banjir telah menerjang hampir sejumlah kecamatan. Dirinya pun menaikkan status wilayahnya menjadi tanggap darurat.

“Saya dan seluruh jajaran hari ini telah berkumpul untuk merespon banjir yang terjadi kabarnya hampir 23 kecamatan kan," ujar Eka saat dikonfirmasi di Desa Lambang Sari, Kecamatan Tambun Selatan.

Menurutnya, hal ini status dinaikan menjadi tanggap darurat dilakukan agar mereka dapat membantu bantuan kepada seluruh warga kabupaten Bekasi yang merasakan banjir.

Selain itu, upaya ini dilakukan agar bantuan dari pemerintah pusat juga dapat disalurkan dengan cepat serta cukup ke semua kecamatan yang keadaannya terkena banjir.

 Wakil Wali Kota Bekasi Sebut, 4 Proyek Strategis Nasional Ikut jadi Penyebab Banjir di Kota Patriot

Banjir di Jalan Kemang Raya
Banjir di Jalan Kemang Raya (instagram @jakarta.terkini)

"Status tanggap darurat berfungsi agar pemerintah pusat merespon cepat untuk memberikan bantuan, sehingga kami bisa mengupayakan agar warga yang terkena banjir segera diberikan pertolongan," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya pantauan Wartakota, sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi tampak terjadi banjir hingga mencapai ketinggian air 40 sampai 150 sentimeter.

Bahkan, sekolah, masjid hingga perkantoran turut terendam banjir yang mengakibatkan tak adanya aktivitas berlangsung.

Tak hanya itu, listrik juga padam di sekitar lokasi banjir di Kabupaten Bekasi. Sehingga membuat warga yang menjadi korban banjir merasa cemas tak ada pasokan listrik.

Banjir di Perumahan

Sementara itu, Perumahan Bumi Nasio Indah, di Jalan Raya Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi menjadi lokasi terdampak banjir terparah pada Selasa (25/2/2020).

Ketinggian banjir itu mencapai dua meter, hingga kini personil gabungan masih terus melakukan evakuasi karena masih banyak warga terjebak.

"Iya nih sebagian warga masih di dalam, kami bersama TNI dan Polri masih berupaya melakukan evakuasi," ujar Adit salah satu petugas BPBD di lokasi pada Selasa (25/2/2020).

 Wakil Wali Kota Bekasi Sebut, 4 Proyek Strategis Nasional Ikut jadi Penyebab Banjir di Kota Patriot

Permukiman warga di Karet Tengsin terendam banjir.
Permukiman warga di Karet Tengsin terendam banjir. (Warta Kota/Joko Supriyanto)

Adit menyebut banjir yang terjadi di Perum Bumi Nasio mencapai 2 meter. Banjir melanda lokasi itu sejak pukul 01.00 WIB dini hari tadi.

"Dari kami (BPBD) lima perahu, dari unsur lain TNI Polri dan lain ada 4 perahu. Jumlah personil gabungan puluhan," jelas dia.

Ia menyebut banjir yang terjadi di Perum Bumi Nasio dikarenakan intensitas hujan yang tinggi sehingga air Kali Cakung yang melintasi perumahan itu meluap.

 Geram Lihat Banjir Sampai 4 Kali Dalam 2 Bulan Genangi Jakarta, Tina Toon: Jangan Fokus Formula E

Flyover Cibodas, Kota Tangerang, kebanjiran, Selasa (25/2/2020).
Flyover Cibodas, Kota Tangerang, kebanjiran, Selasa (25/2/2020). (WARTA KOTA/ANDIKA PANDUWINATA)

"Hujannya cukup lebat dan lama, Kali Cakung meluap. Tapi banjir ini engga terlalu parah seperti awal tahun baru," ucap dia.

Ia menambahkan meskipun telah dihimbau agar mau dievakuasi, akan tetapi masih ada sebagian warga yang tetap bertahan di lantai dua rumahnya.

"Sebagian warga enggan dievakuasi dan masih tetap dilantai dua. Kami prioritas evakuasi lansia, anak bayi serta balita," papar dia.

 BANJIR Paksa Ribuan Warga Jakarta Mengungsi di 40 Posko Sementara, Tinggal di 294 RW

Pantauan Wartakota, warga setempat memadati depan perumahan Bumi Nasio Indah yang terdampak banjir. Akses jalan depan perumahan di Jalan Jatikramat juga terputus lokasi banjir. Ketinggian banjir di jalan mencapai satu meter.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved