Banjir Jakarta
Supri Mengais Rejeki Saat Banjir Jakarta
Supri Mengais Rejeki Saat Banjir Jakarta. Simak selengkap-lengkapnya di dalam berita ini.
Penulis: RafzanjaniSimanjorang |
BANYAK orang mengatakan banjir adalah musibah yang merugikan. Bahkan banjir membuat susah warga yang terkena dampaknya.
Namun saat banjir terjadi, ada pula orang yang memanfaatkan banjir untuk mengais rejeki. Caranya adalah dengan menjual jasa gerobak dorong.
Itulah yang dilakukan oleh Supri dan kawan-kawannya saat banjir melanda tempat tinggal mereka di area Jalan Panjang, Kedoya, Kecamatan Kebun Jeruk, Jakarta Barat, khususnya dari Duta Buah menuju lampu merah Kedoya (Jalan Daan Mogot menuju Kebun Jeruk).
Supri yang sehariannya sebagai pemulung, menyulap gerobak dorongnya sebagai alat transportasi untuk memindahkan motor warga beserta penumpangnya.
• Andovi da Lopez Kirim Pesan untuk Warganet Supaya Tidak Saling Hujat Banjir Jakarta Salah Siapa
Bermodalkan papan yang disesain untuk menutup ruang gerobak, sehingga menjadi alas atau dasar diletakkannya sepeda motor. Sisanya hanya menggunakan tali untuk mengikat motor agar tidak goyang saat diangkat menyusuri banjir.
Ia lantas mengatakan bahwa di tahun 2020, ini adalah kali kedua ia menawarkan jasa gerobak dorong untuk melayani orang menyebrang, baik dari Daan Mogot ke arah Kedoya (menuju Kebun Jeruk) atau sebaliknya.
Ia beserta dua orang rekannya bekerja sama untuk menghantarkan siapapun yang ingin menggunakan jasa mereka untuk melewati ruas jalan yang banjir sekira 300 meteran.
"Biasanya pengguna sepeda motor yang butuh kami, Tarifnya Rp.50 ribu sampai Rp.70 ribu, tergantung jenis motornya, besar atau kecil," ujar Supri kepada Warta Kota, Selasa, (25/2/2020) di Jalan Panjang, Kedoya, Jakarta Barat.
• Kena Dampak Banjir Jakarta, Dua Bintang Film Teman Tapi Menikah 2 Ini Terlambat di Acara Promo Film
Ia menjelaskan bahwa ia tidak hanya menargetkan pengguna sepeda motor tetapi orang lain juga yang ingin memindahkan barang kepunyaan mereka.
Dikatakan pula olehnya bahwa ia sudah mulai bekerja sejak pukul 10:00 WIB. Namun, ia mengakui bahwa pengguna jasanya berbeda jauh dengan banjir di awal Januari 2020 lalu.
"Kalau dulu rame, saya sehari bisa dapat Rp.1.600.000 dari pagi hingga sore, tapi hari ini sepi, baru tiga orang, sejak pagi tadi," imbuhnya tanpa menyebut kisaran rupiah yang ia dapatkan.
Menurutnya, ia dan dua rekannya rela mengerjakan pekerjaan tersebut karena tidak ada pekerjaan lainnya.
"Biasanya sehari-hari mulung. Tapi ini kan lagi banjir, akhirnya kami bekerja dengan menawarkan jasa ini," tutupnya.
• ADMIN @TMCPoldaMetro Sebarkan Informasi Bohong Soal Banjir Jakarta bakal Diberi Sanksi Khusus
AKSES SEKOLAH PUTUS
Sementara itu, Kepala Suku Dinas (Kasudin) Pendidikan Jakarta Selatan 1, Joko Sugiarto sebut empat sekolah terpaksa diliburkan akibat banjir yang melanda kawasan Jakarta dan sekitarnya sejak semalam tadi.
Ia mengatakan empat sekolah itu terdapat di tiga lokasi Jakarta Selatan yang turut terdampak banjir yakni, Petukangan Utara, Pesanggrahan dan Jalan Kemandoran Pluis, Kebayoran Lama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/supri-manfaatkan-banjir-jakarta-untuk-mengais-rejeki-5.jpg)