Formula E
Kisruh Formula E, Dari Gebrakan Meja Ketua DPRD DKI hingga Teguran Megawati ke Anies
Kisruh pembangunan sirkuit Formula E di Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat, tak kunjung usai.
Palmerah, Warta Kota
Kisruh pembangunan sirkuit Formula E di Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat, tak kunjung usai.
Beberapa pihak menilai bahwa penyelenggaraan ajang balapan Formula E itu menyalahi aturan.
Pasalnya, lokasi balapan Formula E berada di kawasan cagar budaya Monas.
Karena itu beberapa pihak dengan tegas meminta agar penyelenggaraan Formula E dipindah dari kawasan Monas.
Bahkan, karena kekisruhan itu, memancing berbagai reaksi. Seperti Ketua DPRD DKI, Prasetio Edi Marsudi yang sempat menggebrak meja.
Pasalnya Kepala Dinas Kebudayaan DKI, Iwan Henry Wardhana,enggan membeberkan hasil rapat dengan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) DKI Jakarta soal rencana pembangunan sirkuit di Monas kepada wartawan.
Bahkan, sekelas Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarno Putri juga angkat bicara.
ia menyayangkan rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar balap mobil Formula E di kawasan Monas.
Sebab, Monas merupakan cagar budaya. Artinya, tidak boleh digunakan untuk Formula E.
Tak hanya itu, Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) DKI Jakarta, Profesor Mundardjito JUGA meminta pembangunan sirkuit Formula E di Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat sebaiknya dipindah.
Arkeolog senior itu menyarankan sirkuit sebaiknya dibangun di daerah Senayan, Jakarta.
Ia pun menyebut kawasan Monas adalah kawasan suci.
Berikut petikan berita mengenai kekisruhan Formula E :
Ketua DPRD DKI Gebrak Meja
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/lintasan-formula-e-di-kawasan-monas-jakarta-pusat.jpg)