Berita Video
VIDEO: WNA Kamerun Otaki Penipuan Modus Bisa Gandakan Dolar AS
menunjukan kepada calon korban bahwa uang mereka dari 10 dolar bisa menjadi 30 dolar atau 100 dolar menjadi 300 dolar amerika
Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Ahmad Sabran
"Yang diterima korban hanyalah lembaran kertas hitam dengan bayangan samar-samar uang pecahan 100 US Dollar. Ini disebut black dollar dan sama sekali tidak laku atau palsu," katanya.
Karenanya kata dia korban mengadukan ke pihaknya, bahwa telah ditipu oleh sekelompok orang dengan tempat kejadian perkara di Hotel Arafena, Senen, Jakarta Pusat.
"Dari hasil penyelidikan, tim berhasil membekuk keempat pelakunya," kata Yusri.
Yusri menjelaskan WNA Kamerun DG alias Ramses, berperan sebagai pelaku utama penipuan atau otak kelompok ini.
"Sementara S alias Sam berperan meyakinkan korban dengan video dan melakukan demonstrasi dengan uang," kata Yusri.
Lalu AMY, katanya berperan membayar dan menyiapkan hotel bagi korban. "Sedangkan VL alias Leo, perannya membantu mencari korban," katanya.
Menurut Yusri pihaknya masih mendalami ada kelompok serupa rekan DG, WNA asal Kamerun.
"Sebab DG ini mengaku belajar melakukan penipuan dengan black dollar dari temannya sesama WNA Kamerun," kata Yusri.
Ia menjelaskan DG sudah empat tahun tinggal di Jakarta. "Ia sempat bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang tumbuhan atau tanaman. Saat mau pulang ke Kamerun, ia ditawari rekannya untuk melakukan penipuan dengan black dollar," kata Yusri.
Dari para pelaku katanya disita ratusan lembar mata uang asing palsu. Yakni 371 lembar uang pecahan 100 Euro palsu, 65 lembar uang pecahan 200 Euro palsu, 86 lembar uang pecahan 500 Euro palsu, 1 (satu) buah pasport no. 0502843 an. DG, empat unit handphone berbagai jenis dan merk, satu buah tas warna hitam dan kotak hitam yang berisi 480.000 black dollar palsu.
Karena perbuatannya tambah Yusri, para pelaku dijerat Pasal 372 KUHP dan Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.(bum)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/konpers-ungkap-kelompok-penipuan-diotaki-wna-kam.jpg)