Formula E
MONAS Diusulkan Ditutup Aspal Permanen untuk Balapan Formula E, Bisa Hasilkan Uang Triliunan Rupiah
Anak buah Anies Baswedan Dirut PT Jakpro usul kawasan Monas diaspal saja dan khusus untuk balapan mobil listrik karena akan hasilkan uang triliunan.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Suprapto
Anak buah Anies Baswedan Dirut PT Jakpro usul kawasan Monas diaspal saja dan khusus untuk balapan mobil listrik karena akan hasilkan uang triliunan. Putaran uang bisa Rp 1,2 triliun.
PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku penyelenggara ajang balap Formula E di Monas, Jakarta Pusat berkeinginan membangun sirkuit permanen di Monas.
Monas ditutup aspal khusus untuk balapan Formula E.
PT Jakpro usul batu alam atau cobblestone di pelataran Monas yang ditutupi untuk sirkuit untuk tidak dibongkar begitu ajang balap mobil listrik selesai digelar.
Direktur Utama PT Jakpro Dwi Wahyu Daryoto mengatakan, aspal yang digunakan untuk melapisi batu alam tidak akan mengganggu resapan air di sana.
Soalnya batu alam yang dipasang di sana, lapisan bawahnya adalah beton.
PT Jakpro adalah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau milik Pemprov DKI Jakarta.
• Inilah Lintasan Formula E di Kawasan Monas Jakarta, Panjang 2,6 Km 11 Tikungan dan 10.000 Penonton
Dirut PT Jakpro diangkat oleh Gubernur DKI Anies Baswedan sebagai pemimpin tertinggi di Pemprov DKI.
Dengan demikian, Dwi Wahyu Daryoto adalah anak buah Anies Baswedan.
“Itu di bawahnya cobbleston bukan tanah, jadi kalau dilapisi permanen saja nggak usah dikelupas lagi. Saya pribadi mengatakan seharusnya begitu karena untuk fasilitas saudara-saudara kita yang menyandang disabilitas,” kata Dwi di Hotel Novotel Cikini, Menteng, Jakarta Pusat pada Jumat (14/2/2020).
“Kalau itu dilapisi aspal, justru membantu penyandang disabilitas untuk menikmati Monas dengan nyaman, jadi banyak sekali dampaknya dalam event ini,” tambah Dwi.
Dia mengatakan, proses pengaspalan akan dilakukan dalam waktu dekat.
• PEMPROV DKI Akhirnya Akui Kesalahan Formula E di Monas, Anies Segera Kirim Ralat Surat Rekomendasi
Setelah lintasan diaspal, pihaknya akan membangun pagar lintasan dan tribun atau kursi penonton berkapasitas 10.000 orang.
Setelah itu, infrastruktur yang dibangun Jakpro akan dicek oleh FIA untuk mendapatkan sertifikasi atau homologasi.
“Asetnya nanti menjadi milik PT Jakpro,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Dwi mengaku telah mengajukan Penyertaan Modal Daerah (PMD) pada 2020 sebesar Rp 767 miliar.
Nilainya terbagi dua, yakni untuk infrastruktur Rp 344 miliar dan garasi bank Rp 423 miliar.
“Bank garansi ini duitnya nggak hilang karena kalau event selesai yah dikembalikan. Dalam b to b (antar bisnis) kami harus menaruh jaminan kepada bank,” jelasnya.
Selain mengharumkan nama baik Indonesia khususnya DKI Jakarta, ajang balap ini berdampak positif bagi perekonomian Jakarta.
Perputaran duitnya diprediksi mencapai Rp 1,2 triliun karena jumlah media promosi dalam ajang ini dilakukan di 140 negara.
“Kalau nambahin dampak ekonominya hasil riset kami yang riil antara Rp 500-Rp 600 miliar yang langsung yah. Tim FEO datang ke sini saja hampir 2.000 orang buat tinggal sepekan di Jakarta,” katanya.
“Bahkan dari tim BI (Bank Indonesia) menghitung dampak terhadap GDP (gross domestic product) itu satu hari di tanggal 6 Juni 2020 sekitar 0,02 persen. Acara Asian Games selama dua pekan, sekitar 0,08 persen,” tambahnya. (faf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/mahindra-racing-di-ajang-formula-e_001.jpg)