Berita Internasional
Presiden Belarus Peringatkan AS: Jangan Tantang Kekuatan China
Presiden Belarus Alexander Lukashenko Peringatkan Amerika Serikat: Jangan Tantang Kekuatan Negara China
WARTAKOTALIVE.COM— Presiden Belarus Alexander Lukashenko melontarkan pernyataan keras yang ditujukan kepada Amerika Serikat.
Dalam sebuah wawancara dengan media Rusia, ia mengingatkan Washington agar tidak “macam-macam” terhadap China, yang menurutnya kini memiliki kekuatan militer yang sangat besar dan sulit ditandingi.
Lukashenko menilai, setiap upaya konfrontasi langsung dengan China berpotensi berujung fatal bagi Amerika Serikat.
Ia bahkan mengklaim bahwa aset militer utama Negeri Paman Sam, termasuk kapal induk, dapat dihancurkan dalam waktu singkat jika konflik terbuka benar-benar terjadi.
“Ada kekuatan sedemikian rupa di sana sehingga mereka tidak akan pernah mampu mengatasinya. Tidak ada operasi darat, tidak ada operasi udara, tidak ada operasi apa pun. Jika mereka memulai perang melawan China dan kapal induk Anda pergi ke sana, mereka akan dihancurkan dalam 24 jam pertama,” ujar Lukashenko.
Pernyataan tersebut sekaligus mencerminkan pandangan Belarus yang selama ini dikenal dekat dengan Rusia dan cenderung berada dalam poros geopolitik yang berseberangan dengan Barat.
Dalam konteks itu, Lukashenko juga menyinggung bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebutnya telah memahami risiko besar dari konflik langsung dengan China.
Menurut Lukashenko, keseimbangan kekuatan global saat ini tidak lagi sepenuhnya didominasi oleh Amerika Serikat.
Ia menilai kebangkitan militer dan ekonomi China telah mengubah peta kekuatan dunia, sehingga pendekatan konfrontatif justru akan membawa konsekuensi yang sulit dikendalikan.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya tensi geopolitik antara Amerika Serikat dan China dalam berbagai isu strategis, mulai dari perdagangan hingga keamanan kawasan.
Meski demikian, sejumlah analis menilai klaim Lukashenko terkait kemampuan penghancuran cepat terhadap armada AS perlu dilihat sebagai bagian dari retorika politik yang sarat kepentingan.
Terlepas dari itu, peringatan Lukashenko kembali menegaskan bahwa rivalitas kekuatan besar dunia kini berada pada titik sensitif, di mana kesalahan perhitungan sekecil apa pun dapat memicu eskalasi yang lebih luas.
| Trump Sebut Pasukannya Berhasil Tewaskan Komandan ISIS dalam Operasi Gabungan AS-Nigeria |
|
|---|
| Usai Bertemu Xi Jinping, Delegasi AS Diduga Buang Semua Suvenir dari China |
|
|---|
| Adu Kuat Trump dan Xi dalam Jabat Tangan 14 Detik |
|
|---|
| Girangnya Trump Usai China Sepakat Beli Kedelai dari AS |
|
|---|
| Saat Xi Jinping “Menampar Halus” Trump dengan Nama Putin |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/presiden-belarus.jpg)