Formula E

PEMPROV DKI Akhirnya Akui Kesalahan Formula E di Monas, Anies Segera Kirim Ralat Surat Rekomendasi

Pemprov DKI akhirnya akui kesalahan. Gubernur Anies Gaswedan segera revisi surat rekomendasi Formula E untuk dikirim ke Sekretariat Negara

Kolase Kompas.com dan Wartakotalive
Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi saat lapor Mensesneg jika Gubernur Anies Baswedan telah melakukan kebohongan publik soal rekomendasi untuk formula E di sekitar Monas. 

Pemprov DKI akhirnya akui kesalahan. Gubernur Anies Gaswedan segera revisi surat rekomendasi Formula E untuk dikirim ke Sekretariat Negara.

Pemprov DKI Jakarta akhirnya akui kesalahan terkait administrasi Formula E di kawasan Monas Jakarta.

Kesalahan tersebut terutama terkait dengan surat menyurat sebagai satu persyaratan agar balapan mobil listrik itu bisa terselenggara di kawasan strategis tersebut.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan revisi surat rekomendasi Formula E yang akan dikirim ke Sekretariat Negara (Setneg).

Surat rekomendasi Formula E dari Pemprov DKI ini terkait rencana penyelenggaraan balapan mobil di kawasan Monas, Jakarta Pusat.

Dokumen diperbaiki karena ada kesalahan penulisan mengenai surat rekomendasi pemakaian Monas sebagai cagar budaya untuk lintasan balap mobil listrik.

Lima Fakta Rekomendasi Formula E, Anies Baswedan Lakukan Pembohongan Publik Atau Cuma Salah Ketik?

Fraksi PSI Ungkap Ada Tiga Kejanggalan di Surat Dinas Kebudayaan DKI soal Formula E di Monas

“Nanti kami susulin perbaikannya, kedua yah mohon maaf harusnya tertulis TSP (Tim Sidang Pemugaran) tapi di situ (surat lama) tertulis TACB (Tim Ahli Cagar Budaya). Jadi yang benar adalah TSP,” kata Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah, Jumat (14/2/2020).

Saefullah mengatakan, TACB bertugas menilai benda/bangunan/ruang dan lainnya apakah memenuhi unsur sebagai cagar budaya atau tidak.

Sedangkan TSP bertugas memberi rekomendasi kepada pemerintah daerah mengenai rencana pengembangan cagar budaya untuk beberapa fungsi tertentu.

“Kalau TSP ini, mereka rekomendasikan ada sedikit metode cara kerja supaya tidak hilang nilai budayanya," katanya.

Halaman
12
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Suprapto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved