Hari Valentine, Ustadz Abdul Somad Tegaskan Gaya Hidup Halal Bukan Pilihan Tapi Keharusan
Hari Valentine, Ustadz Abdul Somad tegaskan gaya hidup halal bukan pilihan tapi keharusan. Misal hukum ambil ojek online ambil pesanan.
Oleh karena itu, Ustadz Abdul Somad menyarankan untuk mengantar makanan yang halal.
"Kalau tidak, kita khawatir ikut dalam syubhat. Berkontribusi dalam perbuatan haram," katanya.
UAS mengatakan hal itu bisa itu diatur.
"Ini makanan yang mau dibawa ini makanan halal. Ini makanan haram. Untuk kawan-kawan kita, saudara kita sebangsa dan setanah air tapi tak seagama dia ngurus ini. Ini (yang halal) urusan kita. Supaya rezeki kita berkah. Jangan semua mau diantar," katanya.
"Aku ni pak Ustadz udah kerja payah kali cari duit, semua kuantar. Jangankan babi, setanpun kuantar. Ini tak betul," kata Ustadz Abdul Somad.
Dunia Terasa Bergoncang
Pada kesempatan berbeda, Ustadz Abdul Somad mengatakan, jika seorang perempuan sakit maka yang mengobati harus dokter perempuan.
Pun demikian juga jika pasien yang ditangani laki-laki, maka dokter yang memeriksa harus laki-laki.
Hal itu disampaikan Ustadz Abdul Somad yang bertanya, apa hukum melakukan tindakan kepada yang bukan mahrom.
"Kalau yang sakit laki-laki, dokternya perempuan, terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," kata Ustadz Abdul Somad menjawab pertanyaan jamaah.
"Ustadz kok tahu? Saya pernah mengalami," lanjut UAS.
Ustadz Abdul Somad menceritakan pengalamannya saat sakit maagh beberapa waktu lalu.
"Tiba-tiba keluar asam lambung, maka bekeringat peluh. Kalau jalan musti pegang ke dinding. Begoyang dunia ini," kata UAS.
Dirinya kemudian dibawa ke rumah sakit.
"Entah jamaah ni mau ngerjai saya, entah, dulu waktu belum nikah. Dikasinya dokter anak gadis," cerita UAS.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ustadz-abdul-somad-soal-gaya-hidup-halal.jpg)