Breaking News:

Virus Corona

UPDATE Kematian Akibat Virus Corona Mencapai 1.112 Orang di Dunia, Kapal Pesiar Ditolak Mendarat

Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan wabah virus corona di China yang telah menewaskan sedikitnya 1.112 orang

Paul Yeung/Bloomberg
Kondisi Stasiun kereta di HongKong dimana para warga memakai masker. Foto diambil pada Selasa (11/2/2020) 

WARTA KOTA -- Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan wabah virus corona di China yang telah menewaskan sedikitnya 1.112 orang di seluruh dunia menimbulkan risiko bagi Amerika Serikat dan ekonomi dunia.

Dikutip Wartakotalive.com dari Bloomberg pada Rabu (12/2/2020), Organisasi Kesehatan Dunia - WHO telah memberikan nama resmi untuk penyakit yang disebabkan oleh virus corona baru dengan nama Covid-19.

Ketika kasus virus corona di Hong Kong bertambah menjadi hampir 50 orang maka Departemen Luar Negeri AS meningkatkan kewaspadaan dengan menaikkan saran perjalanan warganya ke kota ke tingkat 2, yang berarti pengunjung harus lebih berhati-hati.

Sebuah kapal mewah yang bawa 2.257 penumpang terus mencari tempat berlindung setelah setidaknya lima pelabuhan menolaknya, dengan alasan kekhawatiran akan virus corona.

Virus Corona, Imigrasi Perketat Pengawasan Ribuan WN Cina di Tangerang

TKA China di Meikarta Cuma 100 dari 260 Orang saat Pemeriksaan Virus Corona, ke Mana yang Lain?

Bloomberg melacak wabah di terminal dan online.

Persediaan makanan di Kapal Pesiar makin menipis (06.47 pagi waktu Hongkong)

Negara-negara dapat terus menolak untuk berlabuh di kapal pesiar Westerdam yang membawa 2.257 orang, dengan alasan ketakutan akan virus korona yang mematikan, sampai kondisi di kapal mewah menjadi begitu mengerikan sehingga menyebabkan keadaan darurat.

Kapal pesiar yang dioperasikan oleh Holland America Line milik Carnival Corp terpaksa menunggu sampai kehabisan air, makanan atau bahan bakar. 

Padahal menurut pakar maritim seharusnya Konvensi hukum internasional tentang laut mewajibkan secara hukum negara terdekat mengirimkan kapal atau memberikan bantuan.

"Seharusnya negara-negara harus mengambil kapal karena kehabisan bahan bakar atau makanan," kata Jean-Paul Rodrigue, seorang profesor geografi transit di Universitas Hofstra di New York .

Halaman
1234
Penulis: Dian Anditya Mutiara
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved