Pembunuhan

Kasus Pembunuhan Berencana Ayah dan Anak, Kuasa Hukum: Panggil Dukun Santet Bukan untuk Membunuh

Ketiga terdakwa menghadirkan dukun atas permintaan terdakwa Aulia Kesuma untuk membunuh Edi Candra Purnama atau Pupung Sadili dengan cara menyantetnya

Kasus Pembunuhan Berencana Ayah dan Anak, Kuasa Hukum: Panggil Dukun Santet Bukan untuk Membunuh
Wartakotalive.com/M23
Kuasa Hukum tiga terdakwa kasus pembunuhan berencana ayah dan anak, Martin Gea, di PN Jakarta Selatan, Selasa (11/2/2020) 

"Awalnya hanya untuk mendamaikan hubungan rumah tangga anatra korban dengan ibu Aulia..."

TIGA terdakwa kasus pembunuhan berencana ayah dan anak menjalani sidang pembacaan dakwaan di Ruang Sidang 5 Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) pada Selasa, 11 Februari 2020.

Tiga terdakwa tersebut ialah Karsini alias Tini, Rody Syaputra Jaya alias Rody, dan Supriyanto alias Alpat.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dibacakan Jaksa Sigit Hendradi, ketiga terdakwa menghadirkan dukun atas permintaan terdakwa Aulia Kesuma untuk menghabisi nyawa Edi Candra Purnama alias Pupung Sadili dengan cara menyantetnya.

Kasus Pembunuhan Berencana Ayah dan Anak, Tiga Terdakwa Tak Sabar Menanti Sidang Pembuktian

Kasus Pembunuhan Ayah dan Anak, Jaksa Sebut Terdakwa Aulia Sempat Berhubungan Badan dengan Korban

Kasus Istri Dijual Suami, Suami Bilang Istri Tak Puas Soal Seks dengannya, Kata Istri Itu Bohong

"Aulia lalu meminta bantuan pembantunya Karsini untuk mencari dukun santet. Karsini pun lalu menyanggupi permintaan Aulia dan mengajak suaminya Rody," kata Jaksa Sigit saat membacakan dakwaannya di dalam ruang sidang, Pasar Minggu, Selasa (11/2/2020).

"Rody lalu mengajak rekannya Supriyatno untuk mencari dukun santet di Jogjakarta. Rody juga sempat meminta sejumlah uang kepada Aulia untuk melancarkan niat jahat itu," sambungnya.

Untuk persatukan rumah tangga

Kendati demikian, tim kuasa hukum tiga terdakwa mengaku bahwa keterangan berkas acara perkara yang dibacakan tersebut berbeda dengan keterangan tiga terdakwa.

Salah satu anggota tim kuasa hukum tiga terdakwa, Martin Gea menuturkan ketiga terdakwa diminta mencari dukun oleh Aulia dengan alasan mempersatukan rumah tangga yang sedang mengalami keretakan.

"Awalnya hanya untuk mendamaikan hubungan rumah tangga anatra korban dengan ibu Aulia," kata Martin saat ditemui seusai persidangan di Gedung PN Jaksel.

"Menurut keterangan Rody, rumah tangga bu Aulia dan korban itu dalam keadaan tidak akur. Jadi hanya meminta bantuan mencari dukun untuk mengkurkan rumah tangga mereka, bukan untuk membunuh," sambungnya.

Halaman
12
Penulis: Rizki Amana
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved