Breaking News:

Virus Corona

Penggunaan Masker Saja Ternyata Tak Cukup untuk Mencegah Ancaman Virus Corona, Ini Penjelasannya

Penggunaan Masker Saja Ternyata Tak Cukup untuk Mencegah Ancaman Virus Corona, Ini Penjelasannya

Editor: Wito Karyono
ANTARA FOTO/REUTERS/Jason Lee/wsj
Sejumlah warga memakai masker saat berjalan menuju stasiun bawah tanah kereta subway di Kota Beijing, China, Selasa (21/1/2020). Wabah virus korona seperti Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) yang menyebar di China dan mencapai tiga negara Asia lainnya disebut-sebut bisa menular dari manusia ke manusia. Hal itu diungkapkan ilmuwan pemerintah China menjelang pertemuan darurat yang akan digelar oleh World Health Organization (WHO). 

Untuk menghindari penularan virus atau penyakit menular lainnya, menggunakan masker dipercaya bisa jadi salah satu cara manjurnya.

 
Termasuk, saat sedang ramai penularan virus corona yang saat ini banyak diperbincangkan.

Sebetulnya, para ahli virus masih skeptis soal efektivitas penggunaan masker untuk menangkal penyebaran virus lewat udara.

Momok Menakutkan Virus Corona, Batal Perayaan Imlek Sampai Penyebaran yang Sangat Cepat

Satu WNI Diduga Terinfeksi Virus Corona, RSPI Sulianto Saroso Sudah Siapkan Ruang Khusus

Namun, ada beberapa bukti di mana pemakaian masker bisa mencegah penyebaran virus dari tangan ke mulut.

Masker operasi awalnya diperkenalkan dan digunakan di rumah sakit pada akhir abad 18, namun belum digunakan pada publik hingga wabah flu Spanyol yang merebak pada 1919 dan menewaskan lebih dari 50 juta orang.

Dr. David Carrington dari St. George University of London kepada BBC News menjelaskan bahwa penggunaan harian masker operasi tak terlalu efektif untuk mencegah penularan virus atau bakteri melalui udara.

Ini Dialog Pelajar dengan Begal Sebelum Membunuhnya, Hendak Memperkosa Teman Sang Pelajar

Alasannya, karena masker tersebut terlalu kendor, tidak memiliki filter udara, dan membiarkan area mata terbuka.

Namun, penggunaan masker ini bsia menurunkan risiko menyebarkan virus dari semburan bersin atau batuk dan mencegah penularan dari tangan ke mulut.

Pada penelitian yang dilakukan pada 2016 di New South Wales, faktanya seseorang menyentuh muka setidaknya 23 kali dalam 1 jam.

Jonathan Ball, profesor virologi molekuler dari University of Nottingham menjelaskan, “ Dalam 1 penelitian terkontrol yang dilakukan di sebuah rumah sakit, masker muka sama baiknya dengan respirator khusus untuk mencegah infeksi influenza.”

Nekat Terobos Banjir di Sunter, Puluhan Sepeda Motor Mati Mesin

Halaman
1234
Sumber: Nova
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved