Breaking News:

Virus Corona

Penggunaan Masker Saja Ternyata Tak Cukup untuk Mencegah Ancaman Virus Corona, Ini Penjelasannya

Penggunaan Masker Saja Ternyata Tak Cukup untuk Mencegah Ancaman Virus Corona, Ini Penjelasannya

ANTARA FOTO/REUTERS/Jason Lee/wsj
Sejumlah warga memakai masker saat berjalan menuju stasiun bawah tanah kereta subway di Kota Beijing, China, Selasa (21/1/2020). Wabah virus korona seperti Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) yang menyebar di China dan mencapai tiga negara Asia lainnya disebut-sebut bisa menular dari manusia ke manusia. Hal itu diungkapkan ilmuwan pemerintah China menjelang pertemuan darurat yang akan digelar oleh World Health Organization (WHO). 

Peristiwa ini pun sempat menghebohkan jagat publik.

Aa Gym Terkesima Melihat Musala Bandara di Bali Sampai Mengucapkan Masya Allah, Begini Penampakannya

Kendati demikian setelah diperiksa lebih lanjut ternyata orang tersebut hanya mengalami sakit radang tenggorokan saja.

"Makanya untuk menghadapi masalah ini masyarakat diimbau jangan panik. Jangan gaduh dan harus diperiksa secara medis untuk tahu diagnosanya terlebih dulu," ungkap Anas.

Dirinya juga memberikan edukasi kepada para penumpang di Bandara Soetta terkait persoalan tersebut.

Warga harus menggunakan masker dan berperilaku hidup sehat.

"Masker wajib dilakukan kalau mau berpergian. Jangan lupa juga cuci tangan yang higenis. Karena di bandara juga disediakan sabun untuk mencucinya," tuturnya.

Terkait rapat besar yang akan digelar besok, Anas mengatakan penyebaran virus corona sudah berdampak di sejumlah negara. Seperti Amerika, Jepang, Korea dan lainnya.

Banjir Rendam Dua Jalur Lambat di Cempaka Putih, Banyak Kendaraan yang Mogok

"Namun warga negara yang terpapar itu hanya beberapa orang saja yang kena. Kemudian sembuh dan tidak menyebar. Tapi jika memang virus ini semakin meluas ke negara lain, maka kami akan melakukan pengawasan ketat di Terminal Kedatangan negara tersebut," papar Anas.

Penyebaran yang tinggi

Menurut Prof Dr dr Ari Fahrial Syam,SpPD, virus corona mempunyai tingkat penyebaran yang tinggi dan mematikan. Sehingga wajar terjadi kepanikan di Indonesia mengingat mobilisasi orang Indonesia ke China maupun sebaliknya tinggi.

"Sebenarnya penyebaran virus juga tidak mudah kecuali kita kontak langsung dengan penderita. Cuma masalahnya memang infeksi virus baru ini sama seperti infeksi paru lain," kata Prof Ari kepada wartawan,Kamis (22/1/2020).

Ia menjelaskan, Coronavirus sama seperti coronavirus lain, yang menyebabkan gejala infeksi saluran pernafasan antara lain batuk dan sesak nafas.

Jika infeksi virus corona ini sudah menyebabkan keterlibatan paru, gejalanya bertambah berat biasanya bisa gagal nafas.

Secara umum Coronavirus sendiri umumnya ditularkan melalui batuk dan bersin. Oleh karena pada kasus yang dicurigai harus dilakukan upaya isolasi.

Ciri pasien dengan infeksi virus corona ini datang dengan demam tinggi, batuk dan sesak nafas. Sehingga sulit membedakan dengan infeksi paru lain.

VIDEO: Begini Proses Penggantian Identitas Nama di KTP

Ada beberapa pasien yang bertanya apa yang saya harus antisipasi kalau ingin berangkat ke China pada kondisi saat terjadinya wabah saat ini?

"Yang terpenting kita berangkat dalam keadaan sehat artinya daya tahan tubuh kita baik. Saya menganjurkan untuk masyarakat yang sedang tidak fit sedang demam atau batuk pilek untuk menunda keberangkatan ke luar negeri. Karena kalau kita terdeteksi sedang terjadi peningkatan suhu tubuh saat memasuki bandara di luar negeri kita bisa di observasi bahkan bisa di isolasi," kata Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Kondisi ini tidak nyaman dan sangat mengganggu apalagi sedang berada di negara orang. Oleh karena itu kalau tidak fit sebaiknya tidak berangkat ke luar negeri.

Satu WNI Diduga Terinfeksi Virus Corona, RSPI Sulianto Saroso Sudah Siapkan Ruang Khusus

Pada saat berbagai negara sedang melakukan skrining ketat di pintu-pintu masuk negaranya.

Ada beberapa tips untuk masyarakat yang akan berkunjung atau transit di China.

1. Tetap makan dan minum cukup, termasuk mengonsumsi buah dan sayur-sayuran.Harus dipastikan bahwa kita selalu mengonsumsi makanan dan minuman yang higienis.

Diusahakan makanan yang dikonsumsi dalam keadaan fresh.

Baru 6 Tahun Jadi Penyanyi Dangdut Profesional, Lesti Kejora Diminta Menjadi Juri LIDA 2020

Menghindari makanan dan minuman yang manis, gorengan, dan minuman yang dingin yang bisa merangsang iritasi tenggorokan.

2.Memakai masker saat berada di keramaian. 

Selama berada di China, terutama jika sedang berada di kerumunan, sebaiknya selalu menggunakan masker.

Masker N95 sangat dianjurkan, karena itu untuk orang sehat dan bertujuan mencegah terhirupnya virus dan partikel halus.

3. Selalu mencuci tangan dengan sabun atau antiseptik cair, baik sebelum dan sesudah makan maupun setelah kontak dengan sesuatu yang juga disentuh oleh orang lain.

4. Usahakan tetap tidur cukup, minimal 6 jam dalam 24 jam selama berada di China.

5. Jika demam dan batuk segera mencari pertolongan dokter. Tutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin.

 Berita ini telah tayang di Nova dengan judul Virus Corona Mewabah, Penggunaan Masker Saja Tak Cukup untuk Mencegahnya, Ini Penjelasannya

Editor: Wito Karyono
Sumber: Nova
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved