Cyber Crime
Awas, Kejahatan Siber Terus Mengincar, Cegah dengan Proteksi Data Pribadi
KEJAHATAN siber dan penipuan transaksi digital semakin banyak terjadi belakangan ini. Modusnya pun semakin beragam.
Penulis: Hironimus Rama | Editor: Fred Mahatma TIS
“Prinsip keamanan siber tidak akan berjalan jika user/pengguna sendiri tidak peduli dengan keamanan data pribadinya," tuturnya.
Kalau pengguna sering membagi data pribadi seperti KTP/KK, nomor telepon, nomor rekening (kartu debit/kartu kredit) melalui media sosial, kata Dhany, maka akan sangat rentan menjadi korban social engineering.
"Jika terlanjur menjadi korban, maka segera lapor ke division cyber crime Polri atau melalui laman patrolisiber.id. Pelapor harus memberikan kronologi secara tepat agar penangannya cepat," imbuhnya.
Celah kelemahan manusia
Charles Lim, Head of Swiss German University Cybersecurity Lab & Deputy Head of Masters Program on Information Technology, menambahkan ada tiga komponen dalam keamanan siber yaitu orang, proses dan teknologi. Dari tiga komponen ini, manusia yang paling rentan untuk diserang.
"Kalau ada kasus serangan siber, kita umumnya cenderung menyalahkan teknologi. Padahal kelemahan dan kecerobohan manusia yang sering digunakan penjahat untuk melakukan aksinya, " kata Charles
Dia menekankan pentingnya masyarakat diberikan edukasi tentang kemanan siber ini.
"Kita harus sadar bahwa kita ini menjadi target. Karena itu, kita harus hati-hati untuk berbagi informasi dengan orang lain di sosial media," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ilustrasi-kejahatan-siber-cyber-crime.jpg)