Rabu, 22 April 2026

Otomotif

Jenis Mobil Ini Paling Jatuh Harganya di Pasaran Kalau Dijual Lagi

Sebelum memutuskan beli mobil baru sebaiknya kenali dulu merek yang bagus, minimal harganya tidak jatuh saat dijual lagi.

Febri Ardani/Otomania.com
Ford Fiesta di bursa mobil bekas MGK Kemayoran. 

Anda berminat beli mobil baru dalam waktu dekat? 

Sebelum memutuskan beli mobil baru sebaiknya kenali dulu merek yang bagus, minimal harganya tidak jatuh saat dijual lagi.

Di pasar mobil bekas terdapat sejumlah model yang kerap jadi pilihan konsumen.

Mereknya beragam, namun biasanya merupakan mobil MPV atau SUV sesuai dengan minat pembeli di Indonesia saat ini.

Meski begitu, rupanya ada sejumlah merek yang tak banyak dicari oleh konsumen.

Penjualan Mobil Bekas Jelang Akhir Tahun Alami Stagnan, Benarkah karena Daya Beli Masyarakat Turun?

Bukan berarti brand itu jelek, malah sebetulnya menawarkan sejumlah kelengkapan fitur yang tak dimiliki mobil kebanyakan.

Herjanto Kosasih, Manager Senior Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, mengatakan mobil bekas yang harganya jatuh di pasaran biasanya didominasi merek di luar Jepang.

“Biasanya merek Amerika atau Eropa, mobil seperti Ford atau Chevrolet itu di pasaran harganya memang jatuh. Dari Jepang juga ada, seperti Mazda. Merek lainnya seperti Proton sama seperti itu,” ujarnya kepada Kompas.com (20/1/2020).

Penjualan Mobil Bekas Chevrolet Turun Drastis Sampai 50 Persen Dampak Chevrolet Pamit dari Indonesia

Menurutnya, alasan kenapa mobil-mobil ini kurang diminati lantaran terdapat kekhawatiran dari konsumen.

Terutama soal daya dukung aftersales pabrikannya yang sudah tidak tersedia lagi.

Untuk diketahui, tahun ini merek seperti Chevrolet dan Datsun dikabarkan bakal segera hengkang.

Sementara Ford atau Proton, sudah lebih dulu sejak beberapa tahun lalu.

Sementara Mazda memang sempat ditinggal APM-nya, namun kini tersedia distributor resminya melalui PT Eurokars Motor Indonesia.

Meski APM merek Ford dan Chevrolet memutuskan mundur dari Indonesia.

Nyatanya hal tersebut tak menghilangkan minat konsumen untuk membeli mobil dari kedua merek tersebut.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved