Cawagub DKI
Fraksi PKS Minta KPK Awasi Proses Pemilihan Cawagub DKI, Ini Alasannya
Fraksi PKS Minta KPK Awasi Proses Pemilihan Cawagub DKI. Simak selengkap-lengkapnya di dalam berita ini.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri |
CAWAGUB 1
Nama : Ir. H. Ahmad Riza Patria, MBA
Lahir : 17 Desember 1969, Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Fraksi : Partai Gerindra
Daerah Pemilihan: JAWA BARAT III
Riwayat Pendidikan
-SD Negeri 08 Kedaung Kaliangke Jakarta tahun (1977 - 1983)
-SMP Islam Al Azhar Pusat tahun (1963 - 1986)
-SMA Islam Al Azhar tahun (1986 - 1989)
-Teknik Sipil, ISTN tahun (1989 - 1997)
-Master in Bussines Adminitration, ITB Bandung (2004 - 2008)
Riwayat Pekerjaan
-PT Indoproperti Galaraytama, sebagai: Komisaris (2001 - 2015)
-PT Penta Derma Gala, sebagai: Komisaris (1999 - 2010)
-PT Gala Ray Pratama, sebagai: Direktur Utama (1999 - 2015)
-Ray White Casablanca, sebagai: Principal (1998 - 2003)
-PT Gala Ariatama, sebagai: Direktur Utama (1997 - 2015)
• ALASAN Partai Gerindra Usung Pesaing Jokowi-Ahok Jadi Cawagub DKI Dampingi Anies Gantikan Sandiaga
Riwayat Organisasi
-DPP Persatuan Anak Guru Indonesia (PAGI), sebagai Sekjen (2011- 2016)
-DPN Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia, sebagai Sekjen (2010 - 2015)
-KADIN Indonesia, sebagai Ketua Komtap Organisasi (2010 - 2015)
-DPN Garda Muda Merah Putih (GMMP), sebagai Ketua Umum (2009 - 2014)
-DPP Partai Gerindra, sebagai Ketua (2008 - 2015)
-PB Persatuan Bukutangkis Indonesia (PBSI), sebagai: Wakil Ketua Humas (2008 - 2013)
-Komando Nasional Resimen Mahasiswa Indonesia, sebagai Komandan (2006 - 2014)
-Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) sebagai: Wakil Sekretaris Jenderal (2006 - 2011)
-Indonesia Council of World Affair (ICWA), sebagai Anggota (2006 - 2015)
-DPP KNPI, sebagai Ketua (2002 - 2005)
-DPD KNPI DKI Jakarta, sebagai Ketua (2002 - 2005)
-BPD Hipmi Jaya, sebagai Wakil Ketua (2001 - 2003)
-DPP GEMA MKGR, sebagai Ketua (2001 - 2006)
-DPP BPKPRMI, sebagai Bendahara (2000 - 2003)
-Ikatan Alumni SMA Islam Al Azhar, sebagai Wakil Ketua Umum (1992 - 1995)
-Senat Mahasiswa ISTNA, sebagai Bendahara (1992 - 1993)
-Remaja Mesjdi Darul Muttaqien, sebagai Ketua Umum (1988 - 1990)
-OSIS SMA Islam Al Azhar, sebagai Ketua (1987 - 1988)
• Begal Payudara di Bekasi Ternyata Mantan Teknisi Telkomsel
CAWAGUB 2
Nama : Nurmansyah Lubis SE, Ak, MM
Fraksi : Partai Keadilan Sejahtera
Riwayat Pendidikan
-SDN Karet Belakang Pagi II Jaksel
-SMPN 1 Jakarta Pusat
-SMAN 7 Jakarta Barat
-D3 STAN
-Sarjana 1 STIE YAI Jakarta 1995
-Sarjana 2 STIE IPWI Jakarta 1997
Riwayat Organisasi
-Kader PKS 1988
-Bendaraha Umum PKS (1998-2000)
-Ketua Bidang Kaderisasi PKS (2000-2001)
-Ketua Umum PKS Kebon Pala I sejak (2002-2005)
-Ketua Komisi Legislasi Majelis Pertimbangan Wilayah (WPW) PKS (2005-2010)
-Ketua Komisi Kebijakan Publik dan Kajian Strategi MPW PKS (2010-2015)
Riwayat Pekerjaan di Pemerintahan
-Anggota DPRD DKI Jakarta (2004-2009)
-Anggota DPRD DKI Jakarta (2009-2014)
Riza Lebih Berpotensi Jadi Wagub
Sementara itu, Pengamat Politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ray Rangkuti menilai kader Partai Gerindra bernama Ahmad Riza Patria berpotensi besar menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta, ketimbang Nurmansyah Lubis dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Hal itu lantaran sosok Riza lebih populer ketimbang Nurmansyah di mata partai politik.
“Saya kira hampir menang mutlak tuh di DPRD pak Riza, dia juga anggota DPR RI (2019-2024), orang asli Jakarta juga dan pengalaman organisasinya cukup banyak,” kata Ray saat dihubungi pada Senin (20/1/2020).
• Cawagub DKI Dipilih Lewat Voting Tanpa Uji Kelayakan dan Kepatutan: Gerindra: Mereka Jago-Jago Semua
“Saya kira ujung-ujungnya tidak hanya tak fit and proper test saja, saya juga menduga kader PKS ini tidak akan dipilih,” tambahnya.
Selain itu, kata dia, lobi politik yang dilakukan Gerindra dengan fraksi lain di DPRD lebih bagus ketimbang PKS. Masyarakat juga beranggapan Anies Baswedan merupakan figur dari PKS.
Karena itu dengan pencalonan kandidat baru yang diumumkan oleh Partai Gerindra tidak akan berpolemik di tingkat masyarakat. “Ini semua bentuk kekalahan diplomasi PKS, bahwa sekarang Gerindra tidak akan melakukan fit and proper test itu merupakan bentuk kemenangan lobi politik Gerindra dengan fraksi lain,” ujar Ray.
Menurut dia, argumentasi soal Gerindra yang mengajukan empat nama kandidat Cawagub DKI merupakan ‘pemanis’ dalam dinamika politik Cawagub DKI. Namun intinya adalah PKS tidak mampu melakukan lobi politik dengan fraksi lain di DPRD DKI Jakarta.
• Sohibul Iman Bilang Nama Ahmad Syaikhu Dicopot dari Daftar Cawagub, PKS DKI Malah Tanya Buktinya
Kata dia, harusnya PKS tidak serta merta berpegang pada janji politik dengan Gerindra. Padahal janji politik itu rentan berubah tergantung situasi dan kondisi.
“Jadi itulah pentingnya dalam menjaga hubungan dengan banyak orang (fraksi) dan itu tidak dilakukan oleh PKS dari awal. Dia percaya pada Gerindra bahwa akan didukung Gerindra, tapi ini kan dunia politik. Kalau bisa kita ambil, kenapa (Cawagub) dikasih ke orang lain,” jelasnya.
“Kalau persoalan komitmen, itu adalah masa lalu bukan masa depan. Nah kalau sekarang jatahnya diambil Gerindra, mau diapain oleh PKS kan nggak bisa diapa-apain juga,” tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pemilihan-cawagub-dki-20.jpg)