Rabu, 15 April 2026

Berita Bogor

UPDATE Penambangan dan Penebangan Liar Penyebab Bencana di Kab Bogor

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor segera mengambil langkah-langkang strategis dalam penanganan bencana alam pada awal tahun 2020 ini.

Instagram
Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin bersama Menteri PUPR Bapak Basuki Hadimulyono menyusuri lokasi terdampak bencana longsor di Kecamatan Sukajaya. 

CIBINONG, WARTAKOTALIVE.COM - Pemerintah Kabupaten Bogor segera mengambil langkah-langkah strategis dalam penanganan bencana alam pada awal tahun 2020 ini.

Langkah strategis itu adalah reboisasi dan relokasi 19.821 warga yang tersebar di 3 Kecamatan yakni 14233 warga Sukajaya; 159 warga Jasinga dan 4217 warga Nanggung serta 1212 warga Cigudeg..

Hal itu diutarakan Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin kepada sejumlah wartawan di Rumah Dinas Bupati, Pendopo, Cibinong, Sabtu (18/1) malam. 

Menurut Bupati Bogor, berdasarkan kajian dari BNPB, BMKG dan Badan Informasi Geopasial (BIG) longsor itu terjadi dikarenakan penambangan dan penebangan pohon liar di kawasan itu.

"Dari pemotretan satelit terlihat sangat jelas, di kawasan tersebut sangat gundul sehingga mudah tergerak air pada saat hujan, apalagi pada waktu itu hujan terus menerus. Dan akibatnya tanah menjadi longsor karena tidak ada penahannya seperti pohon," ujarnya.

Selain itu Bupati Bogor menyesali adanya penambangan liar di kawasan itu dan tidak menjaga kelestarian alamnya.

"Penambangan itu dari kajian ternyata bukan dikarenakan penambangan emas, melainkan penambangan batu atau cadas di lokasi bencana.

"Sehingga nanti kami akan memberikan pencerahan bagi warga soal penambangan dan penebangan pohon liar agar tidak terjadi lagi kejadian serupa," tegas politisi PPP ini.

Menyikapi relokasi, Pemkab Bogor segera menyikapinya agar warga bisa hidup nyaman.

"Senin besok kami akan rapat untuk mengambil langkah pemulihan bencana alam yaitu relokasi empat Kecamatan yang berdampak bencana," imbuhnya.

Pihaknya merelokasi ke tempat yang dinilai aman bagi warganya seperti di aula PTP. Karena saat ini warga masih tinggal di tenda darurat.

"Selain itu kami juga segera melakukan reboisasi," tuturnya. (akn)

Ada 21 Kecamatan di Kabupaten Bogor Potensi Longsor dan Banjir

Memasuki musim penghujan, sebanyak 21 Kecamatan di Kabupaten Bogor dinilai BPBD berpotensi banjir bandang dan longsor untuk skala menengah sampai tinggi.

Oleh karena warga diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan maupun kewaspadaannya terhadap bahaya yang mengancam itu.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved