Kajian Ustadz Abdul Somad

Ustadz Abdul Somad Ungkap Cara Sederhana Memberantas Tahayul yang Mewajibkan Sesajen Hewan dan Orang

Ustadz Abdul Somad menjelaskan jawaban terkait dengan kebiasaan melakukan pengorbanan hewan bahkan manusia untuk dijadikan sesajen.

Ustadz Abdul Somad Ungkap Cara Sederhana Memberantas Tahayul yang Mewajibkan Sesajen Hewan dan Orang
YouTube
Ustadz Abdul Somad ungkap cara memberantas ritual sesat. 

Ustadz Abdul Somad menjelaskan jawaban terkait dengan kebiasaan sesat melakukan pengorbanan hewan bahkan manusia untuk dijadikan sesajen.

Kebiasaan untuk memberikan sesajen memang tumbuh dan berkembang pada sebagian kebudayaan yang sebenarnya tidak perlu untuk diikuti.

Kebiasaan untuk memberikan sesajen seperti itu biasanya memang dilakukan oleh sejumlah kalangan masyarakat yang masih terbelakang bahkan sering mereka hanya korban penipuan aliran itu.

BIasanya mereka yang terpedaya sering dimanfaatkan untuk dijadikan sesajen dengan cara disiksa dengan alasan pengusiran setan atau disebut exorcism.

Ritual itu bahkan masih berlangsung sampai saat ini bahkan di negara dengan peradaban maju meski biasanya yang menjadi korban adalah masyarakat miskin, orang gila, hingga mereka yang masih buta huruf.

Seperti sebelumnya diberitakan tentang ibu dan sejumlah anak kandungnya yang dijadikan sebagai sesajen oleh komplotan evangelis di Panama, Amerika.

Ritual Membantai Tujuh Anak dan Seorang Wanita Hamil Setelah Disiksa Lalu Dikubur di Kuburan Massal

Terkait dengan budaya sesat seperti itu, Ustadz Abdul Somad mengungkapkan dalam salah satu ceramahnya di mana kebiasaan untuk memberikan sesajen masih terus terjadi di Sungai Nil.

Kala itu, pemerintahan di Mesir adalah Amr Bin Ash, yang merasa gundah karena ternyata masyarakat Mesir melakukan ritual persembahan manusia hidup.

Manusia hidup yang dijadikan sesajen untuk setan yang menguasai Sungai Nil biasanya adalah wanita yang masih perawan.

Kemudian dihanyutkan di Sungai Nil dalam keadaan tidak bisa berenang karena terikat seluruh tubuhnya hingga ditelan Sungai Nil yang ganas.

Halaman
1234
Penulis: Gede Moenanto
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved