DKI Optimistis Pergub Baru yang Diteken Anies Dapat Kurangi Sampah Plastik Hingga 14 Persen

DKI Optimistis Pergub Baru yang Diteken Anies Dapat Kurangi Sampah Plastik Hingga 14 Persen

WartaKota/Junianto Hamonangan
Ilustrasi: Pelajar membawa sampah plastik untuk ditimbang dan dicatat oleh petugas bank sampah di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu Utara, Kepulauan Seribu, Senin (11/11/2019) 

Dinas Lingkungan DKI Jakarta optimistis jumlah sampah plastik bakal berkurang sekitar 14 persen setelah Peraturan Gubernur DKI Nomor 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan pada Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan dan Pasar Rakyat diberlakukan.

Hingga kini, DKI sedang mensosialisasikan wacana pelarangan kantong plastik itu kepada masyarakat sebelum aturan diberlakukan pada awal Juli 2020 mendatang.

Foto Pria Gendong Jasad Bayinya Kebingungan Cari Makam Viral, Ditolak Pemakaman Desa karena Miskin

“Penelitian kami komposisi sampah plastik kan sumbang 14 persen (dari 7.000 ton sampah per hari), itulah yang ingin kami tekan jumlahnya,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Andono Warih di Balai Kota DKI pada Jumat (17/1/2020).

Andono mengatakan, pengurangan memakai kantong plastik bagi masyarakat cukup sulit. Namun demikian, hal itu harus digiatkan demi Jakarta terbebas dari persoalan sampah yang sulit terurai seperti plastik.

Anggota DPRD Ini Dukung Anies Baswedan Soal Larangan Kantong Plastik

Alasan Anies Baswedan Menerbitkan Pergub Larangan Pemakaian Kantong Plastik

“Ini bukan persoalan mudah, kami kan ingin mengubah kebiasaan lama masyarakat yang awalnya memakai kantong plastik menjadi memakai kantong belanja yang ramah lingkungan,” katanya.

Selain ramah lingkungan karena mudah terurai, kantong berbahan kain juga dapat dipakai berkali-kali. Hal inilah yang membuat Pemprov DKI Jakarta mendorong warganya untuk memakai kantong plastik ramah lingkungan.

“Kami berusaha, jangan melangkah dengan pesimis kan. jadi untuk pekerjaan perbaiki lingkungan perlu dimulai, dan konsisten,” ujarnya.

Meski terbilang sulit, namun dia yakin tetap bisa diimplementasikan. Dia mencontohkan saat kegiatan hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) di Jalan Sudirman-Thamrin pada 2020 lalu, masyarakat sempat tak membayangkan pemerintah akan menutup ruas jalan protokol tersebut.

Latihan Perdana Evan Dimas Bareng Persija Tidak Maksimal, Kaget Disambut Antusias oleh The Jakmania

Kenyataannya setiap hari Minggu, kegiatan itu rutin digelar pemerintah daerah. “Dulu siapa yang bisa membayangkan menutup Jalan Sudirman-Thamrin, jadi intinya sekarang nggak bisa ditanya di awal (hasil pengurangan sampah plastik), yang penting kami fokus karena ada contoh baik yang ternyata bisa kami lakukan,” jelasnya.

Pemprov DKI Jakarta melarang masyarakat untuk memakai kantong plastik mulai Juli 2020 mendatang. Payung hukum yang dikeluarkan berupa Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 142 Nomor 142 tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan pada Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan dan Pasar Rakyat.

Pembuat Website Perusahaan Saham Palsu Ternyata Hanya Tamatan SD, Belajar dari Internet

Payung hukum itu telah diteken Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada 27 Desember 2019 lalu. Bahkan aturan itu telah diterbitkan pemerintah daerah pada 31 Desember 2019 lalu.

“Pergub sudah diteken pak gubernur dan sudah diterbitkan untuk disosialisasikan kepada masyarakat,” ujar Andono.

Andono mengatakan, aturan itu mewajibkan kepada pengelola pusat perbelanjaan, toko swalayan dan pasar tradisional agar memakai kantong belanja ramah lingkungan.

Bahkan pengelola perbelanjaan wajib memberi informasi soal kantong belanja ramah lingkungan dan menghindari pemakaian kantong plastik yang hanya sekali pakai.

Belajar dari Kasus Reynhard Sinaga, Berbagai Dampak Anal Seks untuk Kesehatan, Ini Paling Berbahaya

“Pelaku usaha harus menyediakan kantong belanja ramah lingkungan secara tidak gratis. Harapannya warga bisa beralih memakai kantong belanja ramah lingkungan,” jelasnya. (faf)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Wito Karyono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved