Nenek Ketakutan Sering Dimarahi Cucu, Tetangga yang Khawatir Ada Pembunuhan Pilih Lapor ke Satpol PP

WATI, buka suara terkait kekerasan yang dilakukan cucu kandungnya, ZF (14), kepada dirinya.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Yaspen Martinus
Satpol PP Jakarta Barat
Mediasi antara nenek dan cucunya di Kantor Kelurahan Meruya Selatan, Senin (13/1/2020). 

WATI, buka suara terkait kekerasan yang dilakukan cucu kandungnya, ZF (14), kepada dirinya.

Cucunya yang masih remaja kerap berteriak kepada neneknya.

"Kalau dianiaya enggak pernah, paling emosi saja dia, marah-marah."

Alami Bipolar karena Pernah Jadi Korban Pelecehan Seksual, Remaja Ini Kerap Toyor Nenek Kandungnya

"Namanya saya nenek-nenek, jadi kan saya takut," kata Wati saat ditemui di kediamannya, Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat, Selasa (14/1/2020).

Wati mengaku tidak melaporkan cucunya ke Satpol PP.

Para tetangga lah yang melaporkan cucunya itu ke pihak Satpol PP.

DAFTAR Koruptor yang Pernah Kabur ke Singapura, Jadi Favorit karena Tak Ada Perjanjian Ekstradisi

Mereka takut Wati dibunuh oleh ZF saat tengah tertidur.

Selain itu para tetangga juga merasa terganggu dengan cucunya yang kerap membuat kebisingan di rumah bersama teman-temannya.

"Jadi cucu saya kerap kumpul-kumpul dengan temannya di rumah."

Janggalnya Upaya PAW Harun Masiku, Sejak Awal PDIP Berjuang Mati-matian demi Eks Kader Demokrat Itu

"Nah, mungkin tetangga merasa terganggu karena berisik," jelasnya.

Meski begitu, Wati mengaku enggan memperkarakan lebih lanjut peringai cucunya.

Sebab, ZF merupakan anak yatim piatu.

ANAK Jadi Alasan Hamka Hamzah Pilih Persita Tangerang untuk Arungi Musim 2020

"Awalnya mau dibawa ke panti sosial, tapi saya enggak mau, nanti dia siapa yang urus."

"Makanya bikin surat perjanjian dan semoga aja dia sadar," ucap Wati.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved