Angka Anemia Pada Ibu Hamil di Indonesia Masih Tinggi

Angka Anemia Pada Ibu Hamil di Indonesia Masih Tinggi. Simak selengkap-lengkapnya di dalam berita ini.

Angka Anemia Pada Ibu Hamil di Indonesia Masih Tinggi
Tribunnews.com/Apfia Tioconny Billy
Konferensi pers program Kementerian Kesehatan dan Nutrition International dalam mencegah dan menurunkan stuting di 20 kabupaten, di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (14/1/2020). 

ANGKA anemia atau kurang darah pada ibu hamil di Indonesia masih terbilang tinggi. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2018 prevalensi anemia pada ibu hamil mencapai 48,9 persen.

Secara penyebaran dengan data tersebut ada empat sampai lima ibu hamil yang mengalami anemia dari sepuluh hamil.

Direktur Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan, Dr. Rr. Dhian Probhoyekti, SKM menyebutkan ibu hamil yang terkena anemia harus dibantu dengan tablet penambah darah.

Cerdaskan Anak, Bebaskan Anak dari Anemia dan Beri Asupan Makanan Mengandung Zat Besi

Ibu hamil dengan anemia harus mengonsumsi minimal 90 butir tablet penambah darah selama sembilan bulan kehamilan.

Sayangnya masih banyak ibu dengan anemia yang tidak mematuhi prosesdur tersebut padahal anemia pada ibu hamil bisa berisiko pada janin.

“Banyak yang tidak sesuai prosedur, ibu hamil yang anemia itu menghasilkan anak yang stunting dan angka kematian ibu atau anak yang tinggi,” kata Dr. Dhian saat ditemui di Hotel Bidakara, Jakarat Selatan, Selasa (14/1/2020).

Untuk mengawal pelaksanaan program suplementasi zat gizi mikro untuk menurunkan anemia pada ibu hamil pemerintah bekerjasama dengan Nutrition International melalui program Mitra.

Program ini sudah mulai implementasikan pada 20 kabupaten di Jawa Timur dan Nusa Tenggara dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Remaja Putri di Tangsel Rentan Mengalami Anemia, Ini Bahayanya

Dua daerah ini jadi fokus karena di NTT angka stunting 42,6 persen dan Jawa Timur 32,8 persen, atau tiga sampai empat dari 10 anak terkena stunting.

Country Director Nutrition International Dr. Sri Kusyuniati menyebutkan program yang dilakukan mulai dari peningkatan kapasitas, advokasi, penguatan manajemen program, monitoring evalusi dalam pemberian tablet tambah darah.

Halaman
12
Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved