Berita Bekasi
Tujuh Ular Sanca Berukuran Lima Meter Ditangkap Warga Pondok Gede Permai saat Banjir
Sebanyak tujuh ekor ular sanca ditangkap warga Perumahan Pondok Gede Permai, Kelurahan Jatirasa, Kota Bekasi pascabanjir pada awal 2020
Penulis: Muhammad Azzam |
Tak terkecuali, spesies ular jenis kobra.
"Kalau di siklus dunia ular ini, memang siklus tahap ular menetas. Tidak cuman kobra, ada beberapa spesies ular yang menetas di bulan November, Desember, di awal musim penghujan ini," kata Aji saat ditemui di Hutan Kota Pesanggrahan, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (30/12/2019).
Menurutnya, fenomena ini terjadi akibat habitat ular yang sudah terkikis dengan bangunan lain. Terutama bangunan yang didirikan bekas lahan rawa tempat habitat ular berkembang biak.
Ia menjelaskan, bahwa sifat ular saat berkembang biak tidak lebih merupakan tempat yang memiliki banyak persediaan makanan bagi ular.
Sebab, induk cobra tak bakal menempati telurnya di tempat-temlat yang berpotensi mudah ditemukan makanan bagi anak-anaknya.
"Ular suka tempatnya lembab. Tidak terlalu kering, tapi juga tidak terlalu basah atau tidak menggenang airnya. Dan tempatnya tidak banyak dijamah sama orang, karena ular itu sebenarnya takut sama orang," jelas Aji.
"Tempat-tempat yang memang banyak makanannya, contoh makannanya tikus, kodok, katak. Kalau mereka hewan-hewan mangsanya ini ada, maka si ular akan betah di sana," katanya.

Sementara itu, diberitakan sebelumnya bahwa Tim Rescue Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bekasi berhasil menangkap seekor induk ular kobra dan anak ular kobra yang berada di dalam gudang rumah warga di Perumahan Panca Motor RT 1 RW 15, Kelurahan Harapanjaya, Kecamatan Medansatria pada Jumat (27/12/2019).
Ketua Tim Rescue Damkar Kota Bekasi sekaligus eksekutor, Eko Budi mengatakan, awalnya pihaknya mendapatkan laporan warga atas penemuan ular kobra tersebut.
Ular kobra itu ditemukan di dalam gedung rumah warga.
"Penghuni rumah lagi mau beres-beres gudang di rumahnya, ternyata ada ular induknya. Awalnya malah dikira mainan, engga tahunya nyembur," ujar Eko, Jumat (27/12/2019).

Atas laporan warga itu, petugas lalu melakukan penyisiran di dalam rumah tersebut. Sekira satu jam induk kobra itu ditangkap.
"Kami datang ular masih ada di kolong, tapi sempat kabur tuh. Kita cari-cari hingga akhirnya terjebak dalam jebakan itu yang kami siapkan di lubang belakang rumahnya," ungkap dia.
Proses penangkapan ular kobra untuk dipindahkan ke galon bekas sempat mengalami kesulitan, karena ular yang agresif dan banyaknya kerumunan warga yang melihat.
"Kalau lepas bahaya, karena banyak warga yang menonton," ujar Eko.
