Perang AS vs Iran

IRAN Klaim Serangan ke Irak Tewaskan 80 Orang, Target Besarnya Usir Amerika dari Timur Tengah

IRAN ternyata punya tujuan lebih besar saat memutuskan menyerang instalasi militer Amerika Serikat (AS) di Irak, Rabu (8/2/2020) pagi WIB.

Editor: Yaspen Martinus
Sima news
Pangkalan militer Iran mengirimkan roket dan menghantam pangkalan Irak di mana terdapat pasukan Amerika, pada Senin (7/1/2020) pukul 20.43 waktu Amerika 

IRAN ternyata punya tujuan lebih besar saat memutuskan menyerang instalasi militer Amerika Serikat (AS) di Irak, Rabu (8/2/2020) pagi WIB. 

Tak cuma aksi balas dendam atas Kematian Jenderal Quds Qasem Soleimani, serangan ke Irak itu merupakan langkah awal Iran mengusir AS dari Timur Tengah.

Ya, militer Iran bersikeras AS harus menarik pasukan mereka dari Timur Tengah.

Minta Habil Marati Dibebaskan, Kivlan Zen: Dia Bantu Saya Melawan Komunis yang Mulai Bangkit Lagi

Dikutip Wartakotalive dari Sputniknews.com, hal itu diungkap stasiun penyiaran nasional Iran, berdasarkan sumber yang tidak disebutkan namanya.

Sumber itu mengklaim, tidak ada satu pun rudal yang diluncurkan Iran, berhasil dicegat AS.

Bahkan, sumber itu menyebut serangan Iran pagi tadi telah membunuh sedikitnya 80 orang.

Reynhard Sinaga Pernah Ajukan Status Sebagai Pengungsi karena Gay, Tak Mau Pulang ke Indonesia

"Sekarang mereka telah memahami kekuatan kami."

"Sekarang saatnya bagi Amerika Serikat menarik pasukannya dari Timur Tengah," kata Kepala Staf Pasukan Bersenjata Iran Jenderal Mohammad Baqeri, dalam sebuah pernyataan yang disiarkan stasiun televisi setempat.

Laporan televisi itu menyatakan, total 15 rudal diluncurkan Iran ke Irak.

Lebih Pilih Tigkatkan Patroli di Natuna Utara, Mahfud MD: Untuk Apa Perang?

Serangan itu diklaim 'sangat merusak' helikopter AS dan peralatan militer lainnya.

Menurut TV pemerintah, Iran memiliki 100 target lain 'yang terlihat' untuk membalas AS.

Otoritas AS belum mengomentari laporan media Iran ini.

Wali Kota Bekasi Perpanjang Status Tanggap Darurat Banjir Sampai 14 Januari 2020

Sejauh ini, AS juga belum membalas serangan Iran ini dengan cara apa pun.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berkomentar di akun Twitter-nya, menanggapi serangan Iran di dua lokasi di Irak.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved