Profil Lengkap Sjafrie Sjamsoeddin yang Kini Jadi Penasihat Khusus Menhan Prabowo Subianto
Dahnil mengatakan, Prabowo menunjuk Sjafrie sebagai penasihat khusus lantaran Sjafrie memiliki kapasitas mumpuni. Ini profil lengkapnya
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menunjuk Letjen (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin menjadi penasihat khususnya di Kementerian Pertahanan.
Kabar penunjukkan Sjafrie dibenarkan Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antar-lembaga Dahnil Anzar Simanjuntak.
Dahnil mengatakan, Prabowo menunjuk Sjafrie sebagai penasihat khusus lantaran Sjafrie memiliki kapasitas mumpuni di bidang pertahanan.
• Ahmad Dhani Tegaskan Tetap Memberikan Dukungan Untuk Prabowo Subianto
• Durian Tawing yang Bikin Penasaran, Pernah Diborong Rp 22 Juta, Berbuah dari Pohon Usia 350 Tahun
Sjafrie tercatat pernah menjabat Wakil Menteri Pertahanan dan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan pada era kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Pak Sjafrie punya latar belakang pengalaman yang panjang sebagai Wamenhan (Wakil Menteri Pertahanan) dan Sekjen Kemhan (Kementerian Pertahanan) serta pengalaman lain sebagai mantan perwira TNI," kata Dahnil melalui pesan singkat, Senin (30/12/2019).
"Kapasitas beliau sangat dibutuhkan oleh Pak Menhan memberikan berbagai masukan dan asistensi khusus untuk kerja-kerja Pak Prabowo sebagai Menhan," kata Dahnil.
Sementara itu, saat ditanya kabar ditunjuknya Letjen (Purn) Suryo Prabowo sebagai anggota Komite Kebijakan Industri Pertahanan, Dahnil membantah.
• Jiwa Korsa Diduga Melatar Belakangi Aksi Penyiraman Novel Baswedan, Ini Kata Pengamat Intelijen
Ia mengatakan, Suryo saat ini belum memiliki jabatan resmi di Kemhan namun secara aktit memberi masukan kepada Prabowo.
"Pak Suryo sementara ini masih aktif memberikan masukan dan asistensi secara personal kepada Pak Prabowo. Beliau belum memiliki jabatan resmi di Kemhan," ujar Dahnil.
Profil Sjafrie Sjamsoeddin
Mengutip Harian Kompas, 14 Agustus 1996, Sjafrie merupakan lulusan Akabri 197, satu angkatan dengan Prabowo.
Pria kelahiran Ujungpandang 30 Oktober 1952 ini kemudian melanjutkan pendidikannya di bidang bisnis dan meraih gelar MBA tahun 1993.
Karier militernya dimulai di lingkungan Baret Merah dengan jabatan sebagai Danton Grup I, Danki II Grup I, Pa Intel Grup I, Dan Satlak Pengawal Pribadi Presiden RI, Wadan Yon Grup I, Danyon I Grup I, Waasops Dan Kopassus (1975-1991).
• SEDIKITNYA 80 KK Terancam Gagal Rayakan Tahun Baru di Apartemen Sendiri, Ini Penyebabnya
Selain itu, ia pernah bertugas sebagai pengawal pribadi Presiden Soeharto dalam setiap kunjungan ke luar negeri. Sjafrie antara lain pernah menjadi pengawal pribadi Presiden Soeharto ketika melakukan kunjungan kerja ke Malaysia, Singapura, Filipina, Srilanka (1979), Amerika Serikat, Jepang (1980), AS, Jepang, Korea, Spanyol (1982), Malaysia, Singapura (1984), AS, Timur Tengah, Tunisia (1993), India (1994), Denmark, Bosnia, Kroasia, Jerman, CIS (1995).
Kariernya diawali sebagai Komandan Peleton (Danton) Grup I Kopassus (1975-77), Komandan Kompi (Danki) II Grup I (1977-80), Perwira Intel Grup I (1980-81), Dan Satlak Walpri Pres (1978-84), Wadan Denpur 13 Grup I (1982-85), Wadan Denpur 12 Grup I (1986-89), Wadanyon I Grup I (1986-89), Danyon I Grup I (1989-91).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/letjen-tni-purnawirawan-sjafrie-sjamsoeddin-be.jpg)