Kesehatan
Kelompok Ilmuwan Tercela dan Dua Rekannya Divonis Bersalah dan Dihukum karena Mengedit Gen Manusia
Seorang ilmuwan dan dua rekannya divonis bersalah karena tindakan tersebut dan menjalani hukuman penjara, selama tiga tahun.
Selain manusia telah mampu menghasilkan manusia dengan teknik rekayasa genetika seperti kloning, suatu cara yang baru saja dilakukan di Cina adalah mengedit gen manusia.
Seorang ilmuwan bersama dua rekannya dinilai bersalah karena tindakan tersebut dan menjalani hukuman penjara selama tiga tahun.
Tentu saja, apa yang dilakukan oleh sebagian manusia bisa merusak alam semesta meski maksudnya adalah penelitian ilmiah.
Sebagaimana diungkap kantor berita Xinhua, yang dikutip Daily Mail, yang dikutip Warta Kota, seorang Doktor yang juga ilmuwan Tiongkok yang tercela adalah He Jiankui.
Dia secara genetis telah mengedit bayi manusia, sehingga dia dijatuhi hukuman tiga tahun penjara.
Dia mengejutkan komunitas ilmiah, ketika dia mengungkapkan tentang sifat karyanya.
Ilmuwan, fisikawan dengan instruktur, telah diharuskan membayar denda sebesar tiga juta yuan.
Dua rekannya juga dihukum oleh pengadilan di Shenzhen, Cina.
Menurut kantor berita pemerintah, Xinhua, bayi ketiga editing gen juga lahir.
Ilmuwan Tiongkok memalukan karena memimpin editing genetik bayi manusia itu kemudian dijatuhi hukuman tiga tahun penjara.
Putusan dijatuhkan karena dia melakukan praktik medis ilegal.
• Bupati Bogor Menjamin Bahwa 40 Persen Kemacetan akan Berkurang Setelah Puncak 2 Selesai Dibangun
Diungkap bahwa ilmuwan bernama He Jiankui mengejutkan komunitas ilmiah, ketika dia mengumumkan pada tahun 2018, tentang kelahiran bayi kembar.
Bayi kembar itu gennya adalah menurut klaim dia, gennya telah diubah untuk memberikan kekebalan terhadap HIV.
Menurut kantor berita pemerintah Xinhua, Dr He juga dipecat dengan denda senilai tiga juta yuan (sekitar £ 327.900 atau $ 429.300).
Pengadilan di Shenzhen, Cina, menghukum Dr He karena melakukan penyuntingan gen embrio manusia secara ilegal yang dimaksudkan untuk reproduksi, dilaporkan Xinhua.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/xin1.jpg)