Natal dan Tahun Baru
Sepatu Abel Saragih Raib Dicuri di Terminal Kampung Rambutan, Semakin Kesal Tahu CCTV Tak Berfungsi
Sepasang sepatu Abel Saragih raib dicuri di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Jumat (27/12/2019).
Penulis: Rangga Baskoro | Editor: PanjiBaskhara
Sepasang sepatu Abel Saragih raib dicuri di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Jumat (27/12/2019).
Pria yang merupakan calon penumpang bus ini semakin kesal, saat tahu CCTV Terminal Kampung Rambutan tak berfungsi.
Diketahui, sepatu pria 59 tahun hilang di Terminal Kampung Rambutan tersebut, terjadi saat tengah beristirahat dan berbincang dengan temannya.
"Awalnya saya mau istirahat, saya taruh sepatu di rak terus ngobrol sebentar sama temen, enggak tahunya pas balik lagi sudah enggak ada sepatu saya. Jam 7 pagi tadi," kata Abel di Terminal Kampung Rambutan.
• Begini Kemahiran Pencuri Helm yang Gentayangan di Terminal 1 dan Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta
• Pencuri Motor di Depok Ini Meminum Air Putih yang Sudah Dijampi-jampi Agar Selamat Saat Mencuri
• Pencuri Helm di Bandara Soetta Menangis Ingat Anak Istri: Saya Nganggur, Enggak Punya Uang
Padahal jarak antara tempat Abel meletakkan sepatu dengan posisi tempatnya duduk hanya berjarak sekitar lima meter saja.
"Langsung saya lapor ke petugas dan minta dicek CCTV, tapi ternyata enggak terekam. Pas dicari sama petugas sepatu saya ada sama orang lain, dipakai sama pelakunya" ujarnya.
Pelaku langsung dibawa ke pis polisi untuk diinterogasi. Tak disangka, dia merupakan oknum kuli panggul binaan resmi Terminal Kampung Rambutan.
Abel mengaku kecewa dengan tingkat keamanan di Terminal Kampung Rambutan.
Pasalnya, terminal yang saat ini sedang ramai dikunjungi warga saat libur Nataru seharusnya diperketat pengamanannya.
"Iya kok bisa kejadian seperti ini. Padahal banyak orang sekarang. Harusnya banyak penjagaan," keluhnya. (abs)
Tanggapan Pihak Terminal Kampung Rambutan
Kepala UPT Terminal Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Muslim turun tangan, tangani kasus dugaan pencurian sepatu di Terminal Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (27/12).
Muslim menjelaskan, setelah dirinya mendapatkan informasi dari petugas, diketahui bahwa korban bernama Abel Saragih (59).
Dikatakannya, korban pencurian sepatu bukan merupakan calon penumpang bus dan sering terlihat luntang-lantung di terminal.
"Dia bukan penumpang bus, orang itu sudah beberapa bulan ada di sini (Terminal Kampung Rambutan)"
"Sempat mau diamankan petugas Dinas Sosial," kata Muslim di Terminal Kampung Rambutan, Jumat (27/12).
Soal pelaku yang diduga merupakan kuli panggul atau porter resmi di Teminal Kampung Rambutan, Muslim tak membantahnya.
Namun demikian, masalah tersebut diselesaikan secara damai.
"Sudah, sudah. Semua aman kok, banyak petugas yang berjaga. Enggak apa-apa kok, tadi saya dapat laporan ada pencurian. Makannya langsung datang ke sini," ujarnya.
Sebelumnya, Abel seorang warga menjadi korban pencurian sepatu di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur.
Ia menyesalkan terjadinya kasus pencurian saat libur Natal dan tahun baru (Nataru) 2020.
"Saya ke sini untuk temuin teman, pas kejadian juga lagi ngobrol sama teman. Soal keamanan kecewa sih, apalagi sekarang lagi banyak penumpang," kata Abel. (abs)
Pencuri Helm Menangis Ingat Anak dan Istri
Seorang pemuda nekat mencuri helm di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang.
Kini, pencuri helm di Bandara Soetta berinisial AM (32), ditangkap pihak Sat Reskrim Polresta Bandara Soetta.
Setelah ditangkap, pencuri helm di Bandara Soetta menangis ingat anak dan istri di depan petugas.
AM, warga asal Jakarta saat itu, hanya bisa menundukkan kepalanya saat digiring sejumlah petugas.
• Pencurian Helm Mahal Marak Terjadi di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Begini Cara Amankan
• VIDEO : Polisi Ringkus Pencuri Helm-Helm Bermerk di Bandara Soekarno-Hatta
Diketahui, kerapkali AM mencuri helm mahal di Terminal 1 dan 2 Bandara Soetta.
Mengenakan baju tahanan orange, AM menceritakan tindak tanduknya sebagai pencuri helm.
Ia mengaku terpaksa melancarkan aksi jahatnya ini lantaran terhimpit faktor ekonomi.
"Saya nganggur, enggak punya uang untuk kebutuhan keluarga," ujar AM dengan nada suara bergetar saat dijumpai Warta Kota di Mapolresta Bandara Soetta, Jumat (27/12/2019).
Menurutnya, sebelum menganggur dirinya bekerja sebagai pegawai kesehatan di DKI Jakarta.
Namun kontrak kerjanya berakhir dalam dua bulan belakangan ini.
"Selama menganggur saya terpaksa mencuri helm. Sudah melakukannya di tempat pusat pembelajaan Jakarta. Dan terakhir ini di Bandara," ucapnya.
Ia meraup untung hingga jutaan rupiah dari hasil kejahatannya ini.
AM mengambil helm bermerk NHK dan INK yang harganya memang terbilang mahal.
"Kenapa ngambil helm itu, karena gampang dijualnya. Satu helm bisa di atas Rp. 150 ribu lebih. Saya sudah ngambil lebih dari 8 helm," kata AM.
Pria berusia 32 tahun ini pun menyesal dengan perbuatannya tersebut.
Akibat aksinya ini AM terancam mendapat hukuman 7 tahun penjara.
"Saya enggak tahu mau ngapain lagi. Keluarga saya butuh makan, punya anak dua dan mereka sekolah"
"Inget anak istri jadi nyesal," ungkapnya tampak menitikan air mata. (dik)
Diberitakan sebelumnya, petugas Polresta Bandara Soekarno-Hatta menangkap pelaku pencurian helm di area Bandara, Cengkareng.
Penangkapan dilakukan Senin (16/12/2019) saat pelaku hendak membawa kabur hasil curiannya.
Penangkapan didasari dari laporan Teguh (41) petugas parkir Terminal 1A bandara.
Teguh sendiri kerap medapat keluhan dari pengunjung Bandara Soetta yang kehilangan helm di area Terminal 1 dan Terminal 2.
"Berdasarkan banyaknya pengaduan mengenai seringnya kehilangan helm ini kami langsung melakukan penyelidikan," ujar Kapolresta Bandara Soetta, AKBP Adi Ferdian Saputra, Jumat (27/12/2019).
Petugas melakukan penyelusuran dan memeriksa sejumlah CCTV. Ditemukan berbagai petunjuk dari hasil pemeriksaan tersebut.
Pada Senin (16/12/2019) polisi mencurigai seseorang yang diduga pelaku.
Orang itu masuk ke area parkir Terminal 1A Bandara Soekarno Hatta.
"Pelaku ini seorang lelaki berinisial AM (32). Dia keluar area parkir dengan membawa tas yang diduga berisikan helm," jelas Adi
Aparat pun langsung melakukan penggeledahan.
Ketika diperiksa, ternyata orang yang kerap beraksi melancarkan pencurian helm di Bandara Soetta.
"Tersangka ini sudah melakukan aksinya itu selama dua bulan. Dan mengambil helm - helm mahal seperti merk NHK dan INK. Dia menjualnya lagi ke penadah," kata Adi. (dik)
Cara Jitu Cegah Helm Dicuri
Cara cerdik agar helm tidak dicuri saat ditinggal diparkiran ini adalah berdasarkan pengalaman yang sudah pernah dilakukan, berikut tipsnya:
1. Titipkan helm ke petugas yang berjaga atau tempat penitipan helm
Jika kita harus meninggalkan helm dalam jangka waktu yang lama ataupun sebentar, sebaiknya kita titipkan helm ke petugas yang berjaga di sekitar parkiran tempat kita memarkirkan kendaraan.
Atau, jika ada tempat penitipan helm lebih bagus lagi.
Terkadang banyak dari kita yang sulit mengeluarkan uang Rp 10.000-15.000 untuk biaya penitipan helm tersebut.
Padahal, jika dibandingkan dengan harga helm yang harganya bisa sampai ratusan ribu, tidak ada ruginya kita mengeluarkan recehan tersebut untuk keamanan si helm.
Pilihan ada di tangan kita masing-masing.

2. Kunci pengait helm dengan pengait yang berada di dalam jok motor dan letakkan motor di tempat yang bisa terlihat penjaga atau orang banyak
Kalau memang tidak sempat untuk menitipkan helm, atau tempat penitipan helm tidak tersedia, maka cara yang bisa dilakukan untuk mengamankan helm adalah dengan mengunci pengait helm dengan pengait yang berada di dalam jok motor.
Sehingga si maling sedikit terhambat saat ingin melakukan aksi kotornya.
Tujuan meletakkan motor di tempat yang bisa terlihat orang banyak adalah, agar gerak-gerik si pencuri dapat terlihat oleh orang sekitar atau dapat mencuri perhatian orang disekitar.
Dengan begitu kerjaan si maling juga akan terhambat karena si maling akan merasa was-was jika ada yang mengawasi dan ada yang berteriak maling secara mendadak.
3. Menggunakan Kunci anti maling helm
Sekarang ini sudah banyak helm yang dilengkapi dengan fitur anti maling atau biasa di sebut anti theft.
Dengan fitur anti theft ini, helm dapat kita kunci dengan sebuah kunci khusus untuk helm.
Sehingga helm kita menjadi lebih aman dari tangan-tangan kotor tak bertanggung jawab.
4. Membawa helm kemana saja
jika cara 1, 2 dan 3 menurut kalian masih kurang aman, maka kalian bisa pake cara yang ke 4, yaitu membawa helm kemana pun kalian pergi.
Hal ini juga biasa dilakukan oleh orang banyak, seperti anak sekolah yang membawa helmnya hingga ke dalam ruang kelas atau pegawai kantor yang membawa serta helmnya ke dalam ruang kerjanya.
Cara ini bisa dibilang paling efektif, karena kita melakukan usaha yang maksimal untuk menjaga benda berharga milik kita tersebut.
Cara-cara yang sudah saya sebutkan di atas, memang merepotkan untuk kita lakukan, namun cara-cara tersebut dilakukan semata-mata hanya untuk kepentingan diri kita sendiri.
Walaupun seharusnya helm hilang dicuri orang bukanlah kesalah kita, namun tetap saja kita harus berusaha untuk memperjuangkan apa yang menjadi milik kita.
Karena, Kalau sudah hilang, kita pun susah untuk mendapatkannya kembali. Jadi, satu-satunya cara yang dapat kita lakukan adalah berusaha menjaga dan mempertahankannya.
Dan jika seluruh usaha telah dilakukan dengan maksimal tetapi helm tetap juga hilang, mungkin jawabannya adalah karena helm tersebut memang bukan rejeki kita. (kotakhelm.com)