Senin, 27 April 2026

Bos Baru Garuda Klaim Tarif Per Kilometer Pesawat Lebih Murah dari Ojol, Kok Bisa Sih?

Bos Baru Garuda Klaim Tarif Per Kilometer Pesawat Lebih Murah dari Ojol, Kok Bisa Sih?

Shutterstock
ILUSTRASI Tiket pesawat. Tarif perkilo meternya diklaim lebih murah dari tarif ojol? 

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama Garuda Indonesia Fuad Rizal mengatakan, tarif per kilometer pesawat lebih murah jika dibandingkan tarif ojek online (ojol).

Menurut Fuad, saat ini rata-rata tarif pesawat terbang per kilometernya, yakni Rp 2.500 per penumpang. Lalu, tarif ojek online per kilometernya saat ini Rp 2.600.

“Jadi biar mengerti semua, memang secara industri tarif penerbangan di Indonesia sudah sangat murah,” ujar Fuad di Cengkareng, Tangerang, Jumat (27/12/2019).

Tarif Pesawat Harus Turun 12-16 Persen, Maskapai Garuda Kian Tertekan. Ini Contoh Penurunan Tarif

Pengamat: Masalah Tarif Pesawat Bukan Ranah Menhub

Fuad menjelaskan, jika maskapai harus menurunkan tarif lebih daripada itu, maka perusahaannya akan merugi.

Dia pun mencontohkan sudah belasan maskapai yang terpaksa gulung tikar karena terus merugi.

“Dari sisi harga industrinya sudah tidak sustain sama sekali. Industrinya bisa rusak sendiri dan mati. Suda lebih dari 15 airlines yang mati dalam 10 tahun karena kompetisinya tidak sehat,” kata Fuad.

AC Split KA Bandung-Cicalengla Copot, 8 Penumpang Terluka, PT KAI Minta Maaf, Kok Bisa Copot?

Fuad menambahkan, pada 2016 lalu garuda menjual tiket 60 persen dari tarif batas atas yang telah ditentukan pemerintah.

Saat ini, maskapai plat merah tersebut menjual tiketnya 85 persen dari tarif batas atas.

“Dari 2016 Garuda hanya menjual 60 persen dari tarif range-nya. Citilink 30 persen di bawah. Sehingga secara rata-rata Garuda kenaikan harganya 25 persen. Citilink 40 persen setiap tahunnya," ucap dia.

Sebelumnya, sejmlah penumpang di Bandara Soekarno-Hatta masih mengeluhkan harga tiket pesawat yang dinilai mahal.

VIDEO : Pengakuan Pelaku Curanmor Depok, Bersenpi Rakitan dan Minum Air Jampi-Jampi Agar Selamat

Husna, mahasiswa asal Universitas Negeri Yogyakarta yang akan terbang ke Yogyakarta tersebut mengaku harga tiket untuk penerbangan Jakarta-Yogyakarta masih mahal. Harganya sekitar Rp 900.000.

Padahal kata dia, biasanya harga tiket ke Jakarta-Yogyakarta paling mahal Rp 600.000.

Senada dengan Husna, Fendi penumpang yang akan terbang dari Bandara Soekarno-Hatta ke Pangkal Pinang tersebut menilai harga tiket masih tinggi.

Fendi sendiri mendapat tiket pesawat dengan harga di atas Rp 1 juta.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama mengatakan tahun 2019 ini jumlah wisatawan mancanegara diprediksi hanya akan mencapai 16,3 juta.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved