Pengamat: Masalah Tarif Pesawat Bukan Ranah Menhub

Kemenhub dinilai bukan pihak yang bertanggung jawab penuh terhadap persoalan tarif pesawat di Indonesia.

Pengamat: Masalah Tarif Pesawat Bukan Ranah Menhub
Thinkstock
ILUSTRASI Tiket pesawat 

Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio menilai, persoalan tarif pesawat bukan merupakan ranah kewenangan Kementerian Perhubungan.

Menurut Agus Pambagio, pengamat kebijakan publik, tugas pokok dan fungsi atau tupoksi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) adalah mengatur keselamatan bukan masalah tarif.

"Di tarif hanya mengatur tarif batas atas dan tarif batas bawah, tidak boleh mengatur sub classes. Tarif pesawat ada hitungan dan rumus tersendiri. Jadi tarif yang ada saat ini merupakan angka yang pas serta tidak melanggar aturan tarif batas atas yang ditentukan oleh regulator," kata Agus.

Kios Kembang Api Terbakar di Pasar Pagi Jakarta Barat, 16 Unit Damkar Dikerahkan

Cerita Pilu Dul Jaelani, Minggat dan Ditolak Dhani dan Maia

Lagi, Bambang Widjojanto Ditegur Hakim MK: Duduk di Belakang Saja!

Agus menambahkan, ekonomi harus diperbaiki lebih dahulu. Menurutnya kalau dahulu angkutan udara murah karena kebanyakan menggunakan diskon.

Ia menjelaskan, tarif pesawat saat ini mengikuti kurs nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD).

Sebab hampir sebagian besar pengeluaran maskapai dalam bentuk dolar AS, sedangkan pendapatannya dari penjualan tiket dalam bentuk rupiah.

Jika ingin tarif pesawat kembali normal, lanjut Agus, harus menguatkan kembali kurs rupiah.

Petugas Damkar Kesulitan Padamkan Api di Ruko dan Gudang Kembang Api di Pasar Pagi, Ini Penyebabnya

Jual Beli Kebijakan, Kisah Susi Pudjiastuti Ditawari Uang Rp 5 Triliun Agar Mundur dari Menteri KKP

Catat! Ini 5 Promo Sambut HUT 492 Tahun Jakarta

"Kalau kapan mau turun, paling gampang itu tadi, kursnya ya turun atau harga avtur ditekan lagi," ucapnya.

Lebih lanjut Agus mengimbau agar pemerintah tidak menekan maskapai untuk menekan harga tiket pesawat.

Sebab jika harga tiket turun, dikhawatirkan maskapai akan memangkas biaya operasional lain yang sangat penting bagi penumpang.

"Jangan dipaksa karena kalau dipaksa terus, semua aspek dipaksa. Nanti keselamatannya bagaimana? Karena harga tadi sudah termasuk perhitungan untuk check semua, pilot dilatih dan lain-lain," ucap Agus.

"Jadi menurut saya ini saatnya semua biaya transportasi menyesuaikan dan semua moda transportasi bergerak. Kalau tidak mampu beli (tiket) pesawat maka naik bus, kereta," sambungnya.

Editor: Eko Priyono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved