Rabu, 15 April 2026

Berita Daerah

Badan Suhadi Terpotong dan Tercecer, Polisi: Diduga Dicabik-cabik Harimau

Suhadi adalah korban keempat yang meninggal diterkam harimau sejak satu bulan terakhir di Kabupaten Lahat

Facebook @bikerbible
ilustrasi harimau terkam petani 

Potongan tubuh Suhadi saat ini telah dibawa ke RSUD Lahat untuk dilakukan visum.

Sementara, warga diimbau untuk menghentikan aktivitas di kebun sementara waktu.

"Masyarakat khususnya disekitar TKP untuk waspada bila berpergian ke kebun dan jangan pergi sendiri," imbuh Irwansyah.

Jejak harimau

Penyebab kematian Suhadi (50) yang tubuhnya ditemukan dalam kondisi tercecer di dalam kebun di areal Lekung Benuang, Desa Pajar Bulan, Kecamatan Mulak Ulu,Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, diduga kuat akibat diserang harimau.

Dugaan itu muncul setelah tim forensik Polda Sumatera Selatan melakukan autopsi terhadap potongan jenazah korban, Senin (23/12/2019).

Kapolsek Mulak Ulu Lahat AKP Kasmini Dardah mengatakan, tubuh Suhadi tercabik-cabik karena binatang buas.

Pemasangan spanduk imbauan di lokasi jalur harimau untuk mengantisipasi jatuhnya korban lagi. Pemasangan itu dilakukan oleh pihak BKSDA Sumatera Selatan
Pemasangan spanduk imbauan di lokasi jalur harimau untuk mengantisipasi jatuhnya korban lagi. Pemasangan itu dilakukan oleh pihak BKSDA Sumatera Selatan (Istimewa)

Hasil dari pengecekan lokasi kejadian, mereka banyak menemukan jejak kaki harimau di sekitar ceceran tubuh korban ditemukan.

"Ada jejak di sana diduga kuat harimau. Hasil autopsi juga mengarah ke hewan buas," kata Kasmini melalui sambungan telepon.

Kasmini menyebutkan, informasi yang ia dapat, beberapa warga juga mengaku pernah melihat harimau di lokasi kejadian.

Namun, sampai saat ini mereka belum mengetahui siapa warga yang melihat tersebut.

"Kabarnya begitu, tapi tidak tahu siapa yang melihatnya (harimau). Ini kan kabar-kabar saja dari mulut ke mulut,"ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Lahat AKBP Irwansyah menambahkan, hasil autopsi menunjukkan Suhadi tewas karena serangan binatang buas.

Namun, ia belum memastikan jenis bintang buas tersebut.

"Laporan forensik, hasilnya positif karena binatang buas. Tapi tidak diketahui binatang apa," kata Irwansyah.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved