Rabu, 8 April 2026

Berita Daerah

Badan Suhadi Terpotong dan Tercecer, Polisi: Diduga Dicabik-cabik Harimau

Suhadi adalah korban keempat yang meninggal diterkam harimau sejak satu bulan terakhir di Kabupaten Lahat

Facebook @bikerbible
ilustrasi harimau terkam petani 

TEWASNYA Suhadi  (50) warga Desa Pajar Bulan, Kecamatan Mulak Ulu, Kabupaten Lahat, menambah panjang daftar konflik antara harimau dan manusia di Sumatera Selatan (Sumsel) yang menyebabkan korbannya tewas.

Suhadi adalah korban keempat yang meninggal diterkam harimau sejak satu bulan terakhir.

Sebelumnya, tiga petani juga tewas akibat diterkam harimau di wilayah Sumsel.

Kapolres Lahat AKBP Irwansyah mengatakan, Suhadi ditemukan tewas sekitar pukul 12.00 WIB, Minggu (22/12/2019) oleh anak korban bernama Poltak.

Diterkam Harimau Sumatera Saat Mandi, Esok Hari Kaki dan Tangan Korban Tinggal Tulang

Mulanya, Poltak bermaksud hendak mengantarkan beras ke kebun untuk sang ayah.

Kebun tersebut berada di areal Lekung Benuang, Desa Pajar Bulan, Kecamatan Mulak Ulu, Kabupaten Lahat.

Jarak antara pemukiman dan kebun sekitar 2 kilometer. Namun, setelah sampai di kebun, Poltak tak menemukan Suhadi.

Sementara kondisi pondok di kebun tersebut sudah dalam keadaan acak-acakan.

"Karena di pondok tidak ada (korban), saksi mencari ke kebun. Di sana dia menemukan banyak bekas jejak kaki harimau," kata Irwansyah saat dikonfirmasi melalui telepon, Minggu. 

"Kemudian saksi menghubungi keluarga dan masayarakat Desa Pajar bulan serta Polsek mulak ulu sehingga dilakukan pencarian."

HEBOH Harimau Cabik-cabik Petani hingga Sebagian Tubuhnya Hilang, Polisi 7 Jam Baru Berani Mendekat

Sebanyak 20 orang termasuk polisi akhirnya melakukan pencarian korban di dalam kebun.

Saat pencarian belangsung mereka menemukan potongan tubuh korban, seperti tangan, kepala, paha dan kaki.

"Tahap pencarian potongan anggota tubuh korban dihentikan untuk sementara, dikarenakan kendala jarak yang jauh kurang lebih dua jam jalan kaki," lanjut Irwansyah. 

"Cuaca juga dalam keadaan hujan deras sehingga tidak mendukung. Direncanakan besok (senin, 23 Desember 2019) akan kembali dilakukan pencarian sisa anggota tubuh korban yang belum ditemukan."

Warga diimbau tak beraktivitas di kebun.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved