Natal 2019

Menteri Agama: Ucapkan Selamat Natal Itu Hak, Kalau Tidak Mau Juga Silakan

MENTERI Agama Fachrul Razi meminta masyarakat tidak mempermasalahkan ucapan selamat Natal.

Editor: Yaspen Martinus
Humas Kemenag RI
Menteri Agama Fachrul Razi memberikan sambutan pada kegiatan rilis Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) tahun 2019, di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Rabu (11/12/2019). 

MENTERI Agama Fachrul Razi meminta masyarakat tidak mempermasalahkan ucapan selamat Natal.

Hal ini disampaikan Menag menanggapi polemik yang kerap muncul di masyarakat setiap jelang Natal.

“Setiap orang punya hak untuk menjalankan apa yang dia yakini."

Korban Husein Alatas Sakit Pendarahan Rahim, Datang Berobat Malah Dicabuli Hingga Alat Vital Sakit

"Tapi yang penting, jangan sampai hak yang dia yakini mengganggu hak orang lain,” ujarnya di Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, Semarang, Kamis (19/12/2019).

“Kalau ada yang tidak mau mengucapkan, silakan."

"Tapi kalau ada yang mengucapkan kepada temannya selamat Hari Natal, ya itu juga hak dia. Kita tidak bisa melarang,” sambungnya, dikutip dari laman kemenag.go.id.

Imigrasi Ciduk Buronan Pembobol Bank di Tiongkok, Tertangkap di Tanah Abang

Menag pun berharap perayaan Natal tahun ini tidak mengalami kendala apa pun.

“Bahwa itu sesuai dengan UU 1945, bahwa seluruh rakyat Indonesia punya hak yang sama untuk menjalankan agamanya."

"Jadi sudah sama-sama paham. Mudah-mudahan tidak akan ada masalah. Yang lalu-lalu pun tidak pernah ada masalah,” tuturnya.

Pernah Jadi Komisioner, Jokowi Tunjuk Tumpak Hatorangan Panggabean Jadi Ketua Dewan Pengawas KPK

Menteri Agama Fachrul Razi juga mengimbau organisasi masyarakat (ormas) tak melakukan sweeping jelang Natal dan Tahun Baru.

Harapannya, agar toleransi antar-umat beragama tetap terjaga.

"Jangan lakukan sweeping, karena itu menimbulkan keadaan tidak baik," ucapnya, ditemui di Istana Wakil Presiden (Wapres), Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (18/12/2019).

Politikus PDIP Minta Adian Napitupulu Ubah Gaya Hidup Setelah Sempat Kolaps, Dianggap Aset Partai

Ia menambahkan, kehidupan beragama di Indonesia telah berlangsung damai, karena menjunjung tinggi solidaritas dan toleransi.

"Kita semua sudah biasa hidup berdampingan dan memberikan toleransi kepada Umat Kristiani," katanya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved