Breaking News:

PMKS

Sopir Angkutan Jauh Lebih Mendukung Keberadaan Manusia Silver Daripada Kawanan Pengamen Bergitar

Mereka tidak merasa terganggu dengan kehadiran manusia silver yang kerap hadir di perempetan lampu merah.

Sudis Sosial Jakarta Barat
Ilustrasi. Sosok manusia silver diciduk petugas Suku Dinas Sosial Jakarta Barat, Rabu (18/12/2019). 

Sopir angkutan menjelaskan, mereka tidak merasa terganggu dengan kehadiran manusia silver yang kerap hadir di perempetan lampu merah.

Sebagaimana diungkap seorang sopir Mikrolet 09 Salam (43), dia menjelaskan, para manusia silver tidak pernah masuk ke dalam angkutan.

"Gak ganggu sih karena mereka gak pernah naik kesini, hanya di luar saja, minta lewat kaca jendela," kata Salam saat mengendarai angkutan umumnya Kamis (19/12/2019).

Berbeda dengan kawanan pengamen bergitar yang memasuki angkutan dan kerap mengganggu penumpang karena dinilai meresahkan.

Salam menjelaskan, selama rute Kebayoran-Tanah Abang, dia jarang menemui manusia silver di wilayah Jakarta Barat.

Manusia Purba Homo Erectus Terakhir Ditemukan Hidup 110000 Tahun yang Lalu Sesuai Pengukuran Karbon

Umumnya kata Salam, manusia silver ditemui di kawasan Jakarta Selatan dan Tanah Abang.

"Kalau di Jakarta Barat sih jarang yah kayaknya saya jarang lihat, tapi kalau ada sih iya ada," kata Salam.

Menurut Salam, selama pengamen tidak memaksakan penumpangnya maka hal itu tidak menjadi masalah buatnya.

"Kecuali kalau yang suka bawa gitar, itu baru suka naik angkutan saya, suka maksa juga," kata Salam.

Adu Anjing dengan Taruhan yang Kalah Dijadikan Barbeque dan Menu Santapan Penggemar Adu Hewan Sadis

Bukan hanya salam, penumpang angkutan umum Teguh (60) juga merasa tidak terganggu dengan kehadiran manusia silver.

Halaman
12
Penulis: Desy Selviany
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved