Stasiun dengan Aktivitas Tinggi Bakal Ditata Perusahaan Bersama Bentukan KAI dan MRT Jakarta

Stasiun dengan Aktivitas Tinggi Bakal Ditata Perusahaan Bersama Bentukan KAI dan MRT Jakarta. Simak selengkapnya dalam berita ini.

Stasiun dengan Aktivitas Tinggi Bakal Ditata Perusahaan Bersama Bentukan KAI dan MRT Jakarta
KOMPAS.com
Kereta cepat. 

DINAS Perhubungan DKI Jakarta menyatakan stasiun yang memiliki aktivitas tinggi bakal ditata oleh perusahaan bersama bentukan PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Hal ini menyusul penandatanganan perjanjian atau Head of Agreement (HoA) antara MRT Jakarta dengan KAI di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat pada Senin (9/12/2019) pagi.

“Kami harap seluruh stasiun lebih tertata karena sekarang fenomenanya adalah terjadi ketidak teraturan di semua stasiun saat pagi dan sore hari,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo di Balai Kota pada Senin (9/12/2019).

Neo Soho dan Central Park Akan Gelar Diskon Sampai 80 Persen, Cek Jadwalnya!

Berdasarkan pendataannya ada beberapa stasiun yang sangat padat di Jakarta misalnya Stasiun Tanah Abang, Stasiun Senen, Stasiun Gondangdia dan sebagainya. Suasana di dalam maupun di luar stasiun itu selalu padat pada pagi dan sore hari.

Bahkan di luar stasiun telah dipenuhi pengendara ojek online, sehingga memicu kesemrawutan di lokasi tersebut. Sebagai contoh pergerakan penumpang di Stasiun Tanah Abang yang mencapai 100.000 orang di waktu sibuk. Bila dari stasiun kereta api tidak diintegrasikan dengan angkutan jalan, yang terjadi adalah ketidak teraturan.

“Pasti tidak teratur karena penumpang dari kereta di stasiun itu larinya ke jalan, sehingga kini kami integrasikan layanannya dengan Transjakarta,” katanya.

Punya Pengalaman Memimpin, PKB Dukung Gibran Maju Calon Walikota Solo

Karena itu, hal yang mendesak dilakukan dua Pemprov DKI dengan pemerintah pusat adalah penataan stasiun, sehingga angkutan berbasis rel yakni MRT dan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line akan terintegrasi dengan angkutan jalan.

“Untuk angkutan jalannya bisa dengan Transjakarta melalui JakLingko di sana, atau angkutan online. Jadi ini yang kami sinergikan sehingga dalam waktu mendesak sudah ada penataan,” ujar Syafrin.

Menurut dia, perjanjian ini juga melibatkan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), meski perusahaan itu tidak dihadirkan dalam acara tersebut. Keberadaan Transjakarta dianggap melekat dengan sistem transportasi ini karena otomatis menjadi feeder atau angkutan pengumpan untuk transportasi berbasis rel, yakni MRT maupun KRL.

VIDEO: Nugie 10 Tahun Bersepeda untuk Hemat Pengeluaran Keluarga

Selain itu, meski letak stasiun MRT dan LRT tidak berdekatan, bukan berarti pemerintah tidak mampu mengintegrasikan sistemnya. Apalagi pemerintah daerah maupun pusat sama-sama memiliki kemampuan dalam mengelola jalur kereta melayang (loop line).

“Tidak hanya penataan stasiun saja, tapi nanti akan ada tahapan selanjutnya untuk tiket electronik fare collection (EFC) ini yang sedang dikaji untuk dioperasikan nanti,” jelasnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, penandatanganan perjanjian ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dalam Rapat Terbatas pada tanggal 8 Januari 2019 lalu. Saat presiden menginstruksikan agar pengelolaan moda transportasi di Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) dapat dilakukan oleh satu otoritas, dalam hal ini Pemprov DKI Jakarta.

Kartu Sehat Berbasis NIK, Wali Kota Bekasi Tegaskan Sedang Berjuang Agar Tetap Berlaku Tahun 2020

Pemprov DKI Jakarta akan memiliki kontrol pada struktur kepemilikan perusahaan yang akan mengelola moda transportasi tersebut. Dalam kesempatan itu, Anies Baswedan merasa terhormat karena diberikan kepercayaan untuk mengelola perusahaan baru ini secara bersama-sama dengan KAI.

“Kami pastikan konsepnya World Class (kelas dunia) bukan hanya hari ini saja, tapi berkelas di dekade ke depan. Ini bukan sekadar soal membangun perumahan sekitar arena stasiun, tapi ingin mengubah seluruh pola pikir kita dalam menata kota,” kata Anies.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved