Berita Internasional

HEWAN Paling Berharga dan Tinggal Satu-satunya di Dunia Ini Diselamatkan Ilmuwan, Begini Caranya

Sejumlah ilmuwan dunia sukses menciptakan dua embrio badak putih utara yang hampir punah dalam upaya penting untuk menyelamatkan spesiesnya.

HEWAN Paling Berharga dan Tinggal Satu-satunya di Dunia Ini Diselamatkan Ilmuwan, Begini Caranya
Intisari Online/The Guardian
Ilustrasi: Pasukan militer menjaga hewan langka. 

PALMERAH, WARTAKOTALIVE.COM - Sejumlah ilmuwan dunia sukses menciptakan dua embrio badak putih utara yang hampir punah dalam upaya penting untuk menyelamatkan spesiesnya.

Mengutip The Guardian, tim peneliti dan ahli konservasi internasional menggunakan prosedur IVF untuk membuat embrio dari telur segar yang dikumpulkan dari dua badak betina yang tersisa dan sperma beku dari jantan mati.

Pencapaian tersebut, yang diumumkan pada konferensi pers di Italia pada hari Rabu (11/9/2019), membuka jalan bagi spesialis untuk mentransfer embrio menjadi ibu pengganti - badak putih selatan - dalam waktu dekat.

 Ini Dia Hewan Paling Berharga dan Tinggal Satu-satunya di Dunia, Dijaga Pasukan Militer Khusus

Petugas pengawas Zacharia Mutai Bersama Sudan, badak putih betina utara yang tersisa, sebelum tewas pada 19 Maret 2018 silam.
Petugas pengawas Zacharia Mutai Bersama Sudan, badak putih utara yang tersisa, sebelum tewas pada 19 Maret 2018 silam. (THEGUARDIAN.COM/Ami Vitale/National Geographic Creative)

“Hari ini kami mencapai tonggak penting di jalan berbatu yang memungkinkan kami merencanakan langkah-langkah masa depan dalam program penyelamatan badak putih utara,” kata Thomas Hildebrandt, kepala proyek BioRescue di Institut Leibniz untuk Penelitian Kebun Binatang dan Satwa Liar.

Embrio dibuat di Avantea Laboratories di Cremona, Italia, dan akan disimpan dalam nitrogen cair sampai tim siap untuk mentransfernya ke ibu pengganti.

Badak putih utara populasinya telah menurun selama beberapa dekade belakangan ini.

Pada tahun 2018 populasi badak putih telah menyusut dan hanya dua betina yang tersisa, Najin dan Fatu di Ol Pejeta Conservancy di Kenya. Keduanya merupakan yang terakhir dari jenis mereka di dunia.

Cesare Galli mengatakan timnya mengumpulkan lima telur yang belum matang dari masing-masing betina yang diterbangkan ke laboratorium Italia.

Di sana, telur diinkubasi untuk menyediakan tiga telur matang untuk Najin dan empat untuk Fatu.

Halaman
1234
Penulis: Andy Pribadi
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved