Belum Maksimal Pemanfataan Batu Bara dan Residunya dari Bahan Konstruksi, Bendungan, Hingga Jalan

Belum Maksimal Pemanfataan Batu Bara dan Residunya dari Bahan Konstruksi, Bendungan, Hingga Jalan

Belum Maksimal Pemanfataan Batu Bara dan Residunya dari Bahan Konstruksi, Bendungan, Hingga Jalan
banjarmasinpost.co.id
Ilustrasi: kapal tongkang mengangkut batu bara melintas di Sungai Barito 

Dirinya mengungkapkan pernah beberapa kali mengunjungi PLTU Paiton di Probolinggo Jawa Timur.

Selama kunjungan, dirinya justru mengaku tidak menemukan keluhan dari masyarakat sekitar.

Sebagai catatan, PLTU Paiton sendiri sudah berdiri sejak tahun 1994 sebagai salah satu PLTU terbesar dan penyuplai listrik terbesar di daerah Jawa-Bali.

“PLTU Paiton itu menggunakan batu bara sebagai bahan bakunya dan yang paling menarik dia hanya berjarak 500 meter dari bibir pantai.

Kami beberapa kali ke sana, sejauh ini keluhannya tidak ada. Masyarakat malah sangat senang dengan kehadiran PLTU ini.

Karena PLTU itu menjadi penopang ekonomi warga sekitar. Lalu terumbu karang dan biota-biota laut yang ada hidup di sekitar itu dan tidak terganggu dengan kehadiran PLTU itu,” jelas Ferdy.

Penemuan itu rupanya berbanding terbalik dengan asumsi yang dianutnya sebelum berkunjung ke Paiton.

“Saya pertama kali berasumsi ini PLTU deket banget dengan bibir pantai, kalau dia berdekatan dengan bibir pantai dia pasti merusak biota laut dan karang karangnya.

Nah ternyata dari penelusuran tidak demikian. Malah masih terjaga dengan baik, tidak ada satupun yang rusak. Itu hasil penelusuran kami di lapangan.

Lalu keluhan keluhan dari masyarakat terkait dengan polutan polutan itu ya kajian kami di paiton itu belum ada ya.

Halaman
1234
Penulis: Mirmo Saptono
Editor: Mirmo Saptono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved