Selasa, 12 Mei 2026

Siapa yang Memiliki Karyawan Terbanyak Antara Apple, Google, Amazon, dan Facebook?

Jumlah karyawan yang bekerja di empat perusahaan teknologi utama Apple, Google, Amazon, dan Facebook, telah melampaui 1 juta pekerja di seluruh dunia

Tayang:
Shutterstock
Ilustrasi 

Peningkatan pesat ini merupakan hasil dari perusahaan teknologi yang memperluas ruang lingkup bisnis mereka serta langkah-langkah perlindungan data.

Tetapi, kenaikan biaya tenaga kerja dapat menurunkan kinerja bisnis.

Pada akhir September 2019, karyawan di empat perusahaan tersebut berjumlah 1.044.000 meningkat 20 persen dari tahun lalu.

WARTA KOTA, PALMERAH--- Jumlah karyawan yang bekerja untuk empat perusahaan teknologi utama terbesar di Amerika Serikat (AS), yakni Apple, Google, Amazon, dan Facebook, kini telah melampaui 1 juta pekerja di seluruh dunia.

Data dari Komisi Sekuritas dan Bursa AS menunjukkan bahwa dalam lima tahun terakhir, tenaga kerja yang bekerja untuk empat perusahaan yang disebut Big Tech tersebut meningkat 3,5 kali lipat.

Jumlah itu melampaui pertumbuhan penjualan untuk periode yang sama hanya hanya tumbuh 2,3 kali lipat.

Peningkatan pesat ini merupakan hasil dari perusahaan teknologi yang memperluas ruang lingkup bisnis mereka serta langkah-langkah perlindungan data..

Konsumen Indonesia Belanja Online hingga 5 Kali Sebulan

Tetapi, kenaikan biaya tenaga kerja dapat menurunkan kinerja bisnis.

Pada akhir September 2019, karyawan di empat perusahaan tersebut berjumlah 1.044.000 meningkat 20 persen dari tahun lalu.

Amazon, memiliki karyawan terbanyak dengan jumlah 750.000 karyawan.

Kemudian, disusul Apple sebanyak 137.000 karyawan.

Perusahaan induk Google, Alphabet punya 114.000 tenaga kerja dan Facebook memiliki 43.000 karyawan.

Zaman Sekarang Belanja Enggak Perlu Ribet Berkat Digitalisasi

Facebook dalam lima tahun terakhir alami tingkat pertumbuhan tertinggi yang telah mempekerjakan 5,2 kali lebih banyak tenaga kerja daripada pada akhir September 2014.

Sebagian besar tenaga kerja tambahannya ditugaskan untuk memantau penipuan di media sosial.

Dengan kenaikan biaya tenaga kerja, margin laba operasional yang awalnya bisa melebihi 50 persen tiap triwulan hingga dua tahun lalu.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved