Selasa, 12 Mei 2026

Konsumen Indonesia Belanja Online hingga 5 Kali Sebulan

Menurut laporan itu, rata-rata satu orang konsumen Indonesia dapat berbelanja di marketplace sebanyak 3-5 kali dalam satu bulan.

Tayang:
Syosys
Ilustrasi belanja online 

Laporan ini memaparkan informasi-informasi penting tentang tren pertumbuhan pasar e-commerce Indonesia dari berbagai sumber dan hasil studi internal SIRCLO.

Menurut laporan itu, rata-rata satu orang konsumen Indonesia dapat berbelanja di marketplace sebanyak 3-5 kali dalam satu bulan.

Mereka menghabiskan hingga 15 persen dari pendapatan bulanan.

WARTA KOTA, PALMERAH--- Tren belanja online kini semakin tumbuh pesat di Indonesia.

Bagi sebagian orang, belanja online sudah menjadi rutinitas yang bahkan sulit untuk ditinggalkan.

Perusahaan teknologi e-commerce lokal, SIRCLO, baru-baru ini meluncurkan laporan e-commerce mereka berjudul “Navigating Market Opportunities in Indonesia’s E-Commerce”.

Laporan ini memaparkan informasi-informasi penting tentang tren pertumbuhan pasar e-commerce Indonesia dari berbagai sumber dan hasil studi internal SIRCLO.

Zaman Sekarang Belanja Enggak Perlu Ribet Berkat Digitalisasi

Menurut laporan itu, rata-rata satu orang konsumen Indonesia dapat berbelanja di marketplace sebanyak 3-5 kali dalam satu bulan.

Mereka menghabiskan hingga 15 persen dari pendapatan bulanan.

Data SIRCLO juga mengungkapkan bahwa konsumen belanja online di Jakarta rata-rata berbelanja dua kali lipat lebih banyak daripada di kota-kota lain.

Hingga saat ini, metode pembayaran paling populer dalam berbelanja online adalah melalui transfer bank (48 persen) dan kartu debit atau kredit (21 persen).

Berikut Daftar Negara Terbaik untuk Entrepreneur Perempuan

SIRCLO juga menemukan bahwa 20 persen menggunakan metode e-wallet atau dompet digital untuk melakukan pembayaran.

Menurut data yang terkumpul dalam laporan SIRCLO, penjualan ritel e-commerce Indonesia diperkirakan mencapai 15 miliar dollar AS atau setara sekira Rp 210 triliun) pada 2018.

Angka ini diprediksi meningkat lebih dari empat kali lipat pada tahun 2022 menjadi 65 miliar dollar AS atau setara Rp 910 triliun.

"Berdasarkan beberapa sumber laporan, hal ini membuat ritel online yang tadinya hanya menyumbang delapan persen penjualan total pada tahun 2018, diprediksi akan menembus 24 persen di tahun 2022," kata Founder dan CEO SIRCLO Brian Marshal dalam keterangannya, Senin (2/12/2019).

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved