Kasus Korupsi KTP Elektronik Bikin Trauma Pegawai Kemendagri dan Kemenkeu, Imbasnya Blangko Kosong

MENTERI Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengakui proses penerbitan KTP elektronik bagi masyarakat berjalan lambat.

Kasus Korupsi KTP Elektronik Bikin Trauma Pegawai Kemendagri dan Kemenkeu, Imbasnya Blangko Kosong
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat mengikuti rapat kerja dengan Komite I DPD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/11/2019). Rapat tersebut membahas isu-isu terkait otonomi daerah, pemerintah daerah serta hubungan pusat dan daerah. 

MENTERI Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengakui proses penerbitan KTP elektronik bagi masyarakat berjalan lambat.

Hal itu disampaikan Tito Karnavian saat melaksanakan rapat bersama Komisi II DPR di Kompleks Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (27/11/2019).

Tito Karnavian mengatakan, keterlambatan proses itu bisa terjadi lantaran ada rasa trauma akibat kasus megakorupsi KTP elektronik.

Bakal Bantu Korban First Travel Umrah, Menag: Yang Kaya Tidak Usah, Relakan Saja Jadi Pahala

“Kita tahu ada masalah misal kebutuhan 100 keping blangko e-KTP, kenapa hanya bisa dipenuhi 50?"

"Ternyata ada rasa trauma di lingkungan Kemendagri, sehingga nyaris lama."

"Mereka takut jika mengajukan anggaran lagi, nanti diperiksa lagi,” ungkap Tito Karnavian.

270 Orang Jadi Korban Empat Penipu Bermodus Jual Perumahan Syariah, Rp 23 Miliar Melayang

Tito Karnavian mengatakan, rasa trauma itu juga merembet hingga Kementerian Keuangan (Kemenkeu), jika berkaitan dengan nomenklatur e-KTP.

Mantan Kapolri itu menjelaskan wajar jika pemanggilan tersebut meninggalkan rasa trauma.

“Saya sebagai mantan Kapolri paham, jangankan sipil, anggota kepolisian kalau akan diperiksa juga cemas."

Tsani Annafari Mundur karena Tak Ada Jabatan Penasihat di UU KPK Hasil Revisi

"Kami juga terus berusaha meyakinkan kepada Kemenkeu bahwa anggaran untuk blangko e-KTP perlu untuk kepentingan masyarakat luas.”

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved