Sabtu, 9 Mei 2026

Pameran Kebaharian

Pinisi Milik Suku Bugis Sulawesi Selatan Jadi Ikon Perahu Tradisional Nusantara

Keunikan perahu orang Bugis adalah dalam proses produksinya sama sekali tidak menggunakan gambar teknis.

Tayang:
Warta Kota/Gopis Simatupang
Miniatur perahu pinisi yang ditampilkan dalam Pameran Perahu Tradisional Nusantara di Museum Kebaharian Jakarta, Penjaringan, Jakarta Utara, 23 November-22 Desember 2019. 

Pinisi adalah alat transportasi pelayaran niaga jarak jauh berasal dari Sulawesi Selatan.

Keunikan perahu orang Bugis adalah dalam proses produksinya sama sekali tidak menggunakan gambar teknis.

Awalnya, bagian dinding perahu disusun lebih dulu,  kemudian diberi kerangka.

Sambungan dinding antara kayu pun tidak memakai paku besi, tetapi pasak kayu dan kulit kayu untuk menutupi celah-celah dinding perahu.

Informasi yang terpampang pada Pameran Perahu Tradisional Nusantara di Museum Kebaharian Jakarta, menyebutkan,  nama lain Pinisi antara lain Lambo, Bago, Patorani, Pajala, Padewakang Palari, Pangkur, dan Sandeq.

Perahu pinisi biasanya memiliki panjang antara 20-30 meter, lebar 5-6 meter, kedalaman 1,8-2,5 meter, dan daya muat 30-150 ton.

Kisah Orang Banjar Kalimantan Selatan yang Hidup Bergantung pada Jukung dan Sungai

Mengenal Rumah Perahu dan Manusia Perahu di Indonesia di Pamerah Perahu Tradisional Nusantara

Pembuatan Pinisi

Persiapan awal pembuatan perahu Pinisi adalah penebangan pohon yang sudah dipilih sesuai untuk perahu.

Hal yang terpenting adalah mencari pohon untuk pembuatan lunas perahu serta dua kayu penyambung untuk ke depan dan ke belakang.

Penebangan pohon dilakukan pada saat tepat, baik hari maupun jam (saat) penebangan, biasanya dilakukan sebelum tengah hari.

Untuk bagian-bagian tertentu dari perahu seperti rangka dan penguat dinding perahu biasanya dipilih kayu yang telah terbentuk secara alami.

Pohon pohon yang melengkung merupakan pilihan utama untuk membuat rangka perahu, karena lengkungan secara alami akan memudahkan membuat perahu.

Kemudian dilakukan pembuatan konstruksi bawahnya.

Pengalaman Bung Karno dan Bung Hatta Naik Perahu Tradisional ke Pelosok Indonesia

Punya Aplikasi Voice Note Handphone, Sheryl Sheinafia bisa Bikin Lagu

Pembuatan lunas (kalebisiang) merupakan bagian terpenting karena bagian ini merupakan bagian yang rawan terhadap kebocoran.

Lunas terbuat dari balok kayu jati yang berukuran sekitar 30-40 cm.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved