Sabtu, 18 April 2026

Hari Guru

Hari Guru Nasional, Pidato Lengkap Nadiem Makarim Tegaskan Tugas Guru Tersulit dan Termulia

Tidak ingin berbasa-basi dan mengagungkan pahlawan pendidikan terdahulu, Nadiem mencurahkan isi hatinya lewat pidato Peringatan Hari Guru Nasional

Editor: Dwi Rizki
TRIBUNNEWS/SENO TRI SULISTIYONO
Pendiri dan CEO Go-Jek Nadiem Makarim datang ke Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019), jelang pengumuman kabinet. 

Namun hal terpenting yang digarisbawahi adalah dirinya akan terus berjuang agar pendidikan bangsa kian maju dan berubah menjadi lebih baik.

"Saya tidak akan membuat janji-janji kosong kepada anda. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia," jelas Nadiem.

mengawali perubahan, Nadiem berharap agar setiap guru di setiap jengkal Nusantara dapat menghadirkan perubahan.

sebab menurutnya, sekecil apapun perubahan tersebut akan membawa kemajuan bagi bangsa Indonesia.

"Apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak," jelasnya.


Pidato tersebut pun viral di media sosial sejak kemarin hingga hari ini, Senin (25/11/2019).

Seperti halnya akun twitter @collegemenfess; pada Minggu (24/11/2019).

Postingan tersebut dikomentari ratusan kali dan disukai oleh belasan ribu warganet.

Seperti akun @abchangbin_; yang berharap semua cita-cita dapat tertlaksana.

"Kereeeen, semoga semuanya terlaksana dengan baik. suka dengan kata katanya 'semua tidak berawal dari atas, semuanya berawal dan berakhir dari guru' salut pak," tulis akun @abchangbin_.

"Sebagai calon guru semua keresahan ku tersampaikan dengan apik, literally semua! monangis kalo inget gimana susahnya jadi anak yg berbeda dari yg lain tapi dipaksa menjadi sama kayak yg lain :') stress nya luar biasa," balas @iambrokenhearte.

Pernyataan Nadiem pun disepakati warganet, seperti @AliaTurrofiqoh yang justru mencurahkan isi hati usai membaca naskah pidato Nadiem.

"Aku dulunya seorang penghafal, aku selalu puas kalau dapat nilai paling besar, iya itu bagus..Tapi ketika lulus aku kalah maju dgn tman2 yg bahkan dulu gk ada apa2 nya d kelas," tulis @AliaTurrofiqoh.

"Dulu gk ada yg ngasih tau aku kalau di dunia nyata kemampuan yg dibilang pak Nadiem berkolaborasi dan berkarya itu jauh lebih penting. Aku terlalu fokus belajar ini itu cuman utk dapat nilai besar, sehingga aku tdk punya kemampuan husus. Aku lumayan kesulitan memulai masa dewsaku," tambahnya.

"Ah iya.. Aku tertampar lagi waktu nonton Film India judulnya 'First Rank'. Relate banget itu film. Masih bnyak orang tua dan guru yg fokusin anak buat dapat nilai bagus. Pdhl nilai bagus itu cuman utk bisa melewati ujian sekolah. Tapi ujian dunia nyata?," tutupnya. (dwi)

Pidato Lengkap

Sumber: WartaKota
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved