Rabu, 29 April 2026

Start Up

Start Up Pertanian Semakin Rajin Jalin Kerjasama Bisnis

Platform sektor pertanian yang dibangun perusahaan rintisan atau start up menghubungkan petani dengan pihak-pihak lain guna memasarkan hasil pertanian

Tayang:
Warta Kota/Nur Ichsan
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Platform sektor pertanian yang dibangun perusahaan rintisan atau start up yang menghubungkan petani dengan pihak-pihak lain guna memasarkan hasil pertanian terus berkembang.

Salah satunya Tanihub.

Saat ini, Tanihub memiliki pusat distribusi di empat kota yaitu Bogor, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya serta sejumlah titik distribusi di berbagai area.

Di lokasi tersebut, pengelompokan buah dan sayur dilakukan, termasuk mengukur tingkat kemanisan, pengawasan kualitas agar kualitas produk yang sampai ke tangan pelanggan tetap terjaga kesegarannya.

Investor Agar Perhatikan Notasi Khusus BEI Agar Menghindar dari Saham Berpotensi Delisting

Tanihub kini membina kurang lebih 35.000 petani.

Mimpi Tanihub mampu rengkuh 1 juta petani binaan yang tentunya dapat membuat petani sejahtera dan memutus rantai pasok yang panjang.

Sayangnya Tanihub belum merinci target 1 juta petani binaan tercapai.

"Kami harapkan nasib petani kita akan lebih baik. Komoditas yang ada kita sayur, ikan, buah, telur, poultry, sebagian besar masih buah tapi kita coba biar merata," kata Chief Executive Officer (CEO) Tanihub Group, Ivan Arie Sustiawan.

Menurut Ivan, kolaborasi ini membantu UMKM terutama mereka yang menjual produk pertanian agar bisa naik kelas.

Makanya, belum lama ini Tanihub menjalin kerjasama dengan e-commerce buah-buahan GoFruit untuk membuka pasar bagi petani buah-buahan.

Terungkap, Warren Buffett Menyukai Saham Asuransi: Berikut Penjelasannya

Sementara Kecipir, usaha rintisan yang fokus pada penjualan sayuran organik kini menggandeng perusahaan asal Belanda Enviu untuk mengembangkan zero waste dalam bisnisnya.

Tantyo Bangun, CEO Kecipir, mengatakan, kerjasama tersebut sudah dimulai sejak Agustus lalu.

"Saat ini Alhamdulillah sayur di Kecipir sudah nir-plastik," kata Tantyo.

Meski tergolong masih mungil jumlah mitra yang dimiliki Kecipir, kini ada lebih dari 100 produsen yang bergabung dengan Kecipir yang tersebar di Bogor, Sukabumi, dan Cianjur.

Lain halnya dengan Tanipanen yang merupakan usaha rintisan penampung hasil pertanian yang dianggap kurang sempurna oleh petani atau distributor, serta menampung hasil panen berlebih dari petani dan dipasarkan ke konsumen atau distributor.

Kondisi Hong Kong Masih Memanas, Miliader Hong Kong Alihkan Uang Mereka ke Luar Negeri

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved