Breaking News:

Pembobolan ATM

Anies Baswedan Serahkan Kasus Pencurian ATM Bank Bersama Pada OJK dan Polisi

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyerahkan kasus dugaan pembobolan ATM Bank Bersama melalui rekening Bank DKI kepada lembaga lain.

Kompas.com
Anies Baswedan di Kongres Nasdem. 

Anies Baswedan Serahkan Kasus Pembobolan Bank kepada OJK dan Polisi

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyerahkan kasus dugaan pembobolan ATM Bank Bersama melalui rekening Bank DKI kepada lembaga lain.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI ini menilai, substansi persoalan tersebut merupakan ranah Polda Metro Jaya dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

“Substansinya bukan kewenangan saya untuk membicarakan karena penjelasan itu harus datangnya dari OJK dan kepolisian. Mereka yang mengawasi soal perbankan,” ujar Anies di Balai Kota DKI pada Jumat (22/11/2019).

UPDATE Polisi Sebut Kerugian Bank DKI yang Dibobol Satpol PP Capai Rp 50 Miliar

Hal itu dikatakan Anies saat diminta tanggapan adanya 12 oknum Satpol PP Jakarta Barat dan Jakarta Timur dan Jakarta Selatan yang membobol Bank Bersama melalui rekening Bank DKI.

Sebanyak 10 orang di antaranya merupakan Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang saat ini telah dipecat, sedangkan dua orang lagi berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang telah diberhentikan sementara.

“Ini (pembobolan) adalah tindakan pribadi, bukan kaitan pekerjaan dia (12 oknum Satpol PP). Sebagai aparatur Pemprov DKI, mereka telah dibebastugaskan karena ada proses ini,” kata Anies.

BKD DKI Berhentikan Sementara Dua Oknum Satpol PP Pembobol Bank DKI yang Berstatus PNS

Dalam kesempatan itu, Anies tidak berencana untuk mengubah sistem dari internal Bank DKI.

Menurut dia, kejadian tersebut masih ditelusuri oleh OJK yang memiliki kapasitas dan kewenangan untuk mengecek transaksi perbankan.

“Saya tidak mau bicara substansinya karena itu wilayah OJK, jangan sampai nanti penjelasan dari saya tidak punya dasar. Kan saya tidak memeriksa orangnya, saya tidak memeriksa ATM-nya, dan tidak memeriksa teknologinya,” jelas dia.

“Biar OJK yang bicara karena bank itu, soal kepercayaan. Jadi saya harap nanti penjelasan dari OJK yang lebih solid,” tambahnya. (faf)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved